Emitentrust.com – PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) membuka tahun 2026 dengan lonjakan kinerja yang signifikan. Perseroan membukukan laba bersih USD163 juta pada kuartal I-2026, berbalik tajam dari rugi bersih USD138 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, AMMAN mencatat penjualan bersih US$808 juta, ditopang oleh peningkatan volume penjualan, harga komoditas yang lebih tinggi, serta kontribusi ekspor konsentrat.
Dari sisi operasional, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, didukung peningkatan volume bijih segar dan perbaikan kadar bijih. Namun, produksi masih belum optimal akibat program pemeliharaan tahunan smelter serta penjualan sebagian konsentrat yang belum diproses.
Produksi katoda tembaga tercatat 27.670 ton dengan tingkat utilisasi sekitar 50%, sedangkan produksi emas murni mencapai 66.209 ons atau sekitar 46% dari kapasitas.
Perseroan juga terus melanjutkan proyek ekspansi strategis, termasuk pengembangan pabrik konsentrator dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), guna meningkatkan efisiensi dan daya saing biaya.
Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, menyatakan bahwa perusahaan tetap fokus menjaga stabilitas operasional smelter serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang, meski di tengah tekanan eksternal seperti kenaikan biaya energi akibat ketidakpastian geopolitik global.


