back to top

Aset Melejit 6 Kali Lipat, CBRE Kebut Right Issue

Emitentrust.com – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk mencatat lonjakan signifikan pada total aset setelah resmi melantai di bursa.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, total aset Perseroan menembus Rp2 triliun, melonjak tajam dibandingkan posisi sebelum IPO yang hanya sekitar Rp333 miliar.

Kenaikan drastis ini ditopang oleh ekspansi agresif pada aset tetap yang mencapai sekitar Rp1,94 triliun, dari sebelumnya Rp288 miliar. Lonjakan lebih dari 600% ini menjadi sinyal kuat transformasi CBRE dari perusahaan pelayaran konvensional menjadi pemain strategis di sektor offshore.

Perubahan besar ini tak lepas dari masuknya aset strategis berupa kapal Gunanusa Hai Long 106, yang kini resmi berbendera Indonesia.

Kapal jenis pipe laying and lifting vessel tersebut menjadi tulang punggung ekspansi CBRE di proyek-proyek offshore, khususnya di sektor minyak dan gas.

Perseroan juga telah mengamankan kontrak jangka panjang melalui skema time charter selama 8 tahun dengan PT Gunanusa Utama Fabricators.

Kontrak ini memiliki estimasi nilai sekitar Rp4,3 triliun, dengan tarif harian mencapai US$90.000 serta standby rate sebesar US$50.000 per hari.

Tak hanya itu, kapal tersebut juga terlibat dalam proyek strategis Hidayah Field Phase 1 Development yang dioperasikan oleh Petronas.

Keterlibatan ini semakin memperkuat posisi CBRE dalam rantai nilai industri offshore, khususnya pada proyek hulu migas yang membutuhkan armada dan layanan berstandar tinggi.

Kontrak jangka panjang ini dinilai menjadi game changer bagi model bisnis Perseroan karena memberikan visibilitas pendapatan yang kuat serta menciptakan recurring income berbasis kontrak.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, CBRE juga tengah bersiap melaksanakan rights issue dalam waktu dekat.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis ke depan, termasuk membuka peluang konversi promissory note (PN) menjadi ekuitas yang berpotensi menurunkan rasio utang.

Direktur Utama CBRE, Suminto Husin Giman, menegaskan bahwa masuknya aset strategis menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

“Masuknya aset seperti Gunanusa Hai Long 106 membuka akses ke proyek-proyek offshore global dengan nilai besar dan durasi panjang,” ujarnya.

Dengan portofolio aset dan proyek yang semakin kuat, CBRE kini berada pada posisi lebih solid untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor offshore.

Perseroan optimistis transformasi ini akan mendorong peningkatan utilisasi aset, memperkuat pendapatan berulang, serta meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan di tengah meningkatnya permintaan layanan offshore global.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru