Emitentrust.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Perseroan menyiapkan dana hingga Rp627 miliar untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut.
Dalam keterangannya, Senin (27/7), manajemen BNI menyampaikan dana buyback akan berasal dari kas internal Perseroan. Nilai buyback tersebut telah memperhitungkan biaya transaksi, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang diperkirakan maksimal 0,30% dari nilai buyback, serta tetap berada dalam batas ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui PT Bursa Efek Indonesia dan dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juli 2026 hingga 26 Oktober 2026, atau paling lambat tiga bulan sejak keterbukaan informasi diterbitkan.
Perseroan akan membeli saham pada harga yang dinilai wajar dengan mengacu pada ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan regulasi pasar modal yang berlaku.
BNI menegaskan pelaksanaan buyback tetap memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan Perseroan. Manajemen memperkirakan transaksi tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap biaya operasional maupun pencapaian target laba Perseroan.
Perseroan juga meyakini aksi buyback tidak akan mengganggu kegiatan usaha karena BNI memiliki modal dan arus kas (cash flow) yang memadai untuk membiayai pembelian kembali saham sekaligus menjalankan operasional bisnis.
Selain itu, buyback tidak akan menyebabkan kekayaan bersih Perseroan turun di bawah jumlah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib, serta tidak akan mengurangi likuiditas perdagangan saham BBNI secara signifikan di Bursa.
Pada perdagangan hari ini Selasa (28/7) saham BBNI turun tipis ke level Rp3.510 per lembar.


