Bank Kasikorn (BMAS) Tetapkan Rights Issue Rp350, Rasio 655:104 Saham

Bank Kasikorn (BMAS) Tetapkan Rights Issue Rp350, Rasio 655:104 Saham
Logo usaha baru BMAS
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) menyiapkan aksi penambahan modal melalui rights issue atau Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan membidik dana segar sekitar Rp1,01 triliun.

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan pada 8 September 2026, BMAS akan menerbitkan sebanyak 2,874 miliar saham baru atau setara 13,70% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD IV.

Setiap 655 saham lama yang tercatat pada 25 November 2026 akan memperoleh 104 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru BMAS dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham.

Dengan jumlah saham baru sebanyak 2.874.315.845 lembar, dana yang berpotensi dihimpun BMAS mencapai tepatnya Rp1.006.010.545.750.

Aksi ini mendapat dukungan dari pemegang saham utama perseroan, Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF). Pemegang saham yang menguasai 86,03% BMAS tersebut menyatakan akan menggunakan seluruh HMETD yang diperolehnya sekaligus mengambil alih HMETD yang dialihkan oleh Kasikornbank Public Company Limited (KBANK).

KVF akan melaksanakan total 2.543.333.619 HMETD. Jumlah tersebut terdiri dari HMETD berdasarkan porsi kepemilikannya dan tambahan 70.482.119 HMETD yang berasal dari KBANK.

KBANK sendiri memiliki 2,45% saham BMAS dan menyatakan akan mengalihkan seluruh haknya dalam rights issue kepada KVF.

Selain KVF, pemegang saham BMAS lainnya, KVF Indonesia (KVFI), yang memiliki 1% saham perseroan, juga menyatakan akan menggunakan seluruh 28.743.158 HMETD yang diperolehnya.

Dengan komitmen tersebut, pemegang saham utama menunjukkan dukungan terhadap aksi penambahan modal BMAS. Jika masih terdapat saham baru yang tidak terserap setelah proses pemesanan tambahan, KVF bertindak sebagai Pembeli Siaga untuk mengambil seluruh sisa saham tersebut.

Bagi pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya, BMAS memperingatkan adanya risiko dilusi kepemilikan hingga maksimum 13,70%.

Sementara itu, HMETD akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan dapat diperdagangkan mulai 27 November hingga 3 Desember 2026. Periode pelaksanaan HMETD juga berlangsung pada tanggal yang sama.

Distribusi saham baru hasil pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 1-7 Desember 2026. Adapun pembayaran oleh Pembeli Siaga dijadwalkan pada 9 Desember 2026.

BMAS sebelumnya telah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 27 Agustus 2026. Selanjutnya, tanggal efektif rights issue dijadwalkan pada 13 November 2026.

Pada perdagangan Selasa (8/9/2026), saham BMAS naik 12,8% ke level Rp570 per saham