back to top

Bank of India (BSWD) Raup Laba Rp54,6M, Naik 64,5% di Semester I-2026

Emitentrust.com – PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) membukukan laba bersih sebesar Rp54,60 miliar pada semester I-2026, melonjak 64,50% dibandingkan Rp33,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, pendapatan bunga tercatat sebesar Rp206,97 miliar, turun 3,12% dari Rp213,64 miliar pada semester I-2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, beban bunga turun 2,06% menjadi Rp69,53 miliar dari Rp70,99 miliar. Namun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tetap terkoreksi 3,65% menjadi Rp137,45 miliar dibandingkan Rp142,65 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Meski pendapatan bunga melemah, kinerja operasional bank membaik. Laba operasional melonjak 64,79% menjadi Rp69,89 miliar dari Rp42,41 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat 64,51% menjadi Rp70,00 miliar dibandingkan Rp42,56 miliar pada semester I-2025.

Perbaikan profitabilitas terutama ditopang oleh penurunan beban operasional lainnya menjadi Rp67,55 miliar dari Rp100,24 miliar atau turun sekitar 32,61%. Selain itu, kerugian penurunan nilai (impairment) aset keuangan juga menurun menjadi Rp13,34 miliar dari Rp21,80 miliar, atau menyusut 38,83%. Di sisi lain, beban lainnya turun tajam menjadi Rp33,31 miliar dari Rp65,48 miliar, meski beban tenaga kerja meningkat menjadi Rp29,67 miliar.

Laba per saham (EPS) meningkat menjadi Rp15 per saham dari Rp9 per saham pada semester I-2025, sejalan dengan lonjakan laba bersih yang dicatat perseroan.

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi masih mencatat arus kas negatif sebesar Rp7,74 miliar, membaik dibandingkan arus kas negatif Rp189,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, aktivitas investasi menghasilkan arus kas positif sebesar Rp336,49 miliar.

Artikel Terkait

BTN Ungkap Strategi Besar Dorong Laju Ekonomi Maluku Utara

BTN, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), mitra strategis, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, pertumbuhan ekonomi, digitalisasi layanan publik, peningkatan kesejahteraan

Ada Afiliasi Grup Sinarmas dan Dua Investor Tiongkok Jadi Klien HATM

Saham PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM) menjadi perhatian pelaku pasar setelah menguat ke level Rp550 pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Di balik penguatan tersebut, emiten pelayaran ini memiliki portofolio pelanggan

Empat Saham Diawasi BEI, Tiga Loyo Satunya Lanjut Ngegas

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF), PT Puri Sentul Permai Tbk. (KDTN), PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA), dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru