back to top

Batulicin (BESS) Tunda RUPSLB, Rencana Bisnis Wisata Bahari Bakal Batal?

Emitentrust.com – PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) menunda pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), BESS menyampaikan bahwa RUPSLB yang semula dijadwalkan pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB di Friendly Room, Harris Suites FX Sudirman, Jakarta Pusat, ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

“Pelaksanaan RUPSLB Perseroan ditunda sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian,” tulis Direktur BESS, Yuliana, dalam keterangannya tertanggal 7 Agustus 2026.

Perseroan menegaskan penundaan tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kelangsungan usaha, maupun pemenuhan kewajiban BESS.

BESS juga memastikan penundaan tersebut tidak mengubah komitmen perseroan untuk tetap menyelenggarakan RUPSLB serta menyampaikan informasi yang diperlukan kepada pemegang saham dan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perlu diketahui sebelumnya, PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) bersiap memperluas lini usahanya dengan masuk ke bisnis angkutan laut penumpang melalui pembangunan satu unit kapal Phinisi GT-540.

Langkah strategis tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026.

BESS dalam keterangannya Rabu (15/7) menjelaskan bahwa Perseroan akan menambah kegiatan usaha Angkutan Laut Dalam Negeri Liner dan Tramper untuk Penumpang (KBLI 50111).

Selain itu, BESS juga akan menyesuaikan klasifikasi usaha dari Angkutan Laut Perairan Pelabuhan Dalam Negeri untuk Barang (KBLI 50132) menjadi Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (KBLI 50121) dan Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (KBLI 50122) agar selaras dengan ketentuan sistem OSS serta rekomendasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

BESS menegaskan penyesuaian KBLI tersebut tidak akan mengubah bisnis inti perusahaan yang selama ini bergerak di bidang jasa angkutan laut untuk komoditas batu bara dan nikel, termasuk kegiatan pemuatan di pelabuhan, pelayaran antarpelabuhan, serta transshipment.

Ekspansi ke bisnis penumpang akan difokuskan pada layanan wisata menggunakan kapal Phinisi GT-540. Perseroan membidik pasar open trip maupun private charter menuju destinasi wisata premium seperti Taman Nasional Komodo dan Raja Ampat. Layanan yang ditawarkan mencakup transportasi antarpulau, paket wisata lengkap dengan konsumsi, hingga pengalaman pelayaran eksklusif dengan rute yang fleksibel.

Berdasarkan studi kelayakan yang disusun Kantor Jasa Penilai Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan (KJPP DAZ & Rekan), proyek tersebut dinilai layak dijalankan. Proyeksi menunjukkan bisnis baru tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp142,73 miliar sepanjang periode 2027–2031, atau rata-rata Rp28,55 miliar per tahun, dengan asumsi pertumbuhan pendapatan sebesar 5% per tahun.

Kajian KJPP juga menyimpulkan proyek tersebut layak dari aspek pasar, teknis, pola bisnis, hingga proyeksi keuangan. Perseroan dinilai memiliki sumber daya, teknologi, serta tenaga ahli yang memadai untuk menjalankan bisnis baru tersebut, sekaligus menawarkan keunggulan kompetitif melalui konsep wisata bahari premium berbasis kapal Phinisi.

Melalui ekspansi ini, BESS berharap dapat memperluas sumber pendapatan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional tanpa mengurangi fokus pada bisnis utama jasa angkutan laut barang.

BESS optimistis diversifikasi usaha tersebut akan memberikan nilai tambah dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan

Artikel Terkait

Samuel Sekuritas Cairkan Repo 9,58 Juta Saham RLCO Harga Diskon 41%!

Samuel Sekuritas Indonesia melakukan transaksi penjualan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebanyak 9,58 juta saham pada 7 Agustus 2026.

4 Emiten Bagi Dividen Interim Pekan Depan, Ada Yield Jumbo 6,82%

Sebanyak empat emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen interim pada 10-13 Agustus 2026. Momen ini menjadi perhatian investor yang memburu dividen, terutama karena sejumlah saham menawarkan estimasi

Bos OASA Kembali Realokasi Investasi, Lepas 57,1 Juta Saham Harga Diskon

Gafur Sulistyo Umar selaku pengendali PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), kembali melakukan transaksi penjualan saham OASA sebanyak 57,12 juta saham.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru