back to top

Begini Kata Pefindo Soal Peringkat DAAZ

Emitentrustr.com – PEFINDO menegaskan peringkat idA atas PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) serta Obligasi I/2025. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat tersebut mencerminkan operasi Perusahaan yang terintegrasi secara vertikal, profil keuangan yang kuat, serta tingginya permintaan terhadap komoditas. Peringkat tersebut dibatasi oleh paparan terhadap fluktuasi harga komoditas serta risiko regulasi.

Peringkat dapat dinaikkan jika DAAZ secara signifikan meningkatkan pendapatan dan perolehan EBITDA secara berkelanjutan, dengan juga mempertahankan margin laba yang stabil dan leverage keuangan yang konservatif dengan rasio net-debt to EBITDA dan net-debt to equity yang diharapkan masing-masing maksimum 1,4x dan 0,4x.

Selain itu, peringkat tersebut juga harus disertai dengan peningkatan perlindungan arus kas yang berkelanjutan dengan rasio FFO terhadap utang dan EBITDA terhadap IFCCI masing-masing minimal 40% dan lebih dari 5,0x.

Peringkat dapat diturunkan jika arus kas Perusahaan mengalami pelemahan secara signifikan sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari yang diharapkan, atau jika DAAZ memiliki utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi oleh peningkatan yang signifikan dalam profil bisnisnya.

Didirikan pada tahun 2009, DAAZ bergerak dalam perdagangan komoditas, khususnya batubara, nikel, dan bahan bakar. Selain bisnis perdagangannya, Perusahaan juga mendiversifikasi bisnisnya ke sektor layanan pengiriman yang juga mendukung armada ke segmen bisnis perdagangan Perusahaan, sebagai bentuk kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal.

Per 30 September 2025, pemegang saham DAAZ adalah PT Daaz Nusantara Abadi (42,49%), Zainal Abidinsyah Siregar (17,00%), Erwin Sutanto (12,75%), Irawan Sastrotanojo (12,75%), dan publik (15,02%).

Artikel Terkait

BTN Cetak Laba Konsolidasi Rp1,85T, per Mei 2026, Naik 54,37%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja konsolidasi yang positif hingga Mei 2026. Perseroan bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar

HSG Ditutup Melesat 4,12%, Seluruh Sektor Kompak Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6/2026) dengan lonjakan signifikan lebih dari 4 persen. IHSG naik 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97, ditopang penguatan di seluruh sektor.

Pakuwon Jati (PWON) Jadwalkan Dividen Tunai Rp626M, Cum 22 Juni

Pakuwon Jati Tbk (PWON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru