back to top

Emiten Grup Salim Tangguh! Penjualan INDF dan ICBP Kompak Tumbuh di Tengah Tekanan Rupiah

Emitentrust.com – Dua emiten Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid sepanjang Semester I 2026. Kenaikan penjualan dan laba usaha berhasil dipertahankan di tengah ketidakpastian ekonomi global, meski laba bersih keduanya tertekan akibat rugi selisih kurs yang dipicu pelemahan nilai tukar rupiah.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp65,53 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp59,84 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba usaha Indofood meningkat 14% menjadi Rp13,29 triliun dari Rp11,69 triliun, dengan margin laba usaha tetap terjaga di kisaran 20,3%.

Sementara itu, core profit yang mencerminkan kinerja operasional meningkat 7% menjadi Rp6,18 triliun dibandingkan Rp5,78 triliun pada Semester I 2025.

Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% menjadi Rp4,72 triliun dari Rp5,84 triliun. Penurunan tersebut terutama disebabkan meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pendanaan akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga membukukan pertumbuhan positif. Penjualan neto konsolidasi meningkat 11% menjadi Rp41,86 triliun dibandingkan Rp37,60 triliun pada Semester I 2025.

Laba usaha ICBP naik 8% menjadi Rp9,15 triliun dari Rp8,48 triliun dengan margin laba usaha tetap sehat di level 21,9%.

Core profit ICBP juga mencatat kenaikan tipis sebesar 1% menjadi Rp5,40 triliun dibandingkan Rp5,37 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, seperti induk usahanya, laba bersih ICBP turun lebih dalam, yakni 33% menjadi Rp3,70 triliun dari Rp5,54 triliun pada Semester I 2025. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi akibat pelemahan rupiah terhadap mata uang asing.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood sekaligus ICBP, Anthoni Salim, mengatakan kedua perusahaan tetap mampu menjaga pertumbuhan operasional di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan.

Untuk Indofood, perseroan akan terus fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas serta mempertahankan struktur neraca yang sehat.

Sementara itu, ICBP akan terus menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar serta menjalankan pengelolaan biaya secara efektif dan efisien guna mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika pasar yang masih berlangsung.

Artikel Terkait

Pyridam Farma (PYFA) Bukukan Pendapatan Naik 16,8%, Rugi Susut 99,4% di Semester I-2026

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan perbaikan kinerja operasional yang signifikan sepanjang Semester I 2026. Melansir dari keterbukaan informasi, Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp1.617,52 miliar (Rp1,62 triliun),

IHSG Akhiri Juli Nanjak ke Level 6.236, Reli Sepekan Capai 3,44%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/7/2026). IHSG menguat 0,80% ke level 6.236,12, sekaligus menutup perdagangan sepanjang Juli 2026 dengan kinerja positif.

BEI Tetapkan Saham Berbasis Hijau Perkuat Pendanaan Berkelanjutan di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Green Equity Designation atau Penetapan Saham Berbasis Hijau sebagai langkah memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan sekaligus memperluas akses pendanaan bagi perusahaan yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan transisi rendah karbon.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru