back to top

IHSG Akhiri Juli Nanjak ke Level 6.236, Reli Sepekan Capai 3,44%

EmitenTrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/7/2026). IHSG menguat 0,80% ke level 6.236,12, sekaligus menutup perdagangan sepanjang Juli 2026 dengan kinerja positif.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.201 hingga 6.236. Secara akumulatif, indeks mencatatkan penguatan 3,44% selama sepekan terakhir, mencerminkan kembali menguatnya optimisme pelaku pasar terhadap pasar saham domestik.

Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,54%, diikuti kesehatan 2,43%, teknologi 2,23%, barang konsumen non-primer 1,95%, properti dan real estate 1,52%, serta perindustrian 1,20%.

Selain itu, sektor energi naik 0,65%, infrastruktur 0,62%, transportasi 0,52%, dan keuangan 0,18%. Adapun barang konsumen primer menjadi satu-satunya sektor yang ditutup di zona merah setelah terkoreksi tipis 0,03%.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 32,06 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,96 triliun. Sebanyak 437 saham menguat, 193 saham melemah, dan 159 saham ditutup tidak berubah.

Pada kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, UNIC melonjak Rp2.525 menjadi Rp15.300 per saham. Disusul MPRO yang naik Rp825 ke Rp11.000 per saham serta SGRO yang menguat Rp810 menjadi Rp4.070 per saham.

Sebaliknya, saham dengan penurunan harga terbesar di antaranya ADES yang turun Rp3.250 menjadi Rp34.000 per saham, UNTR melemah Rp300 ke Rp23.950 per saham, dan TCPI yang terkoreksi Rp300 menjadi Rp5.050 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, KOTA menjadi saham teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 65.065 kali senilai Rp230 miliar. Posisi berikutnya ditempati DEWA dengan 62.281 kali transaksi senilai Rp488 miliar, serta BULL yang diperdagangkan 51.730 kali dengan nilai transaksi Rp327 miliar.

Di jajaran LQ45, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memimpin penguatan setelah melonjak 7,65% ke level Rp5.275 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang naik 5,05% ke Rp208 per saham, serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menguat 4,32% menjadi Rp724 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang masuk jajaran top losers LQ45 dipimpin oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang melemah 1,99% ke Rp2.460 per saham. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 1,94% menjadi Rp6.325 per saham dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,50% ke level Rp2.630 per saham.

Artikel Terkait

BEI Tetapkan Saham Berbasis Hijau Perkuat Pendanaan Berkelanjutan di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Green Equity Designation atau Penetapan Saham Berbasis Hijau sebagai langkah memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan sekaligus memperluas akses pendanaan bagi perusahaan yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan transisi rendah karbon.

Diam-diam! Crown Company Caplok 8,257% Saham BLTZ Lewat Dua Transaksi

Investor asing CROWN COMPANY PTE. LTD. resmi mengakumulasi kepemilikan saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) melalui dua transaksi akuisisi tidak langsung (indirect acquisition) yang efektif pada 24 Juli 2026.

Grup Salim (IMAS) Catat Laba Anjlok 74,3% di Semester I 2026, Meski Pendapatan Naik 17,6%

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), emiten otomotif Grup Salim, membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,10 miliar hingga semester I 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru