back to top

Begini Kata Pefindo Soal Peringkat Surat Utang ISSP

Emitentrust.com- PEFINDO menegaskan peringkat idA untuk PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) dan obligasi yang masih beredar, serta peringkat idA(sy) untuk sukuk yang masih beredar. PEFINDO juga menegaskan peringkat idAAA(cg) untuk Sustainable Link Bond I Tahun 2024, yang sepenuhnya dijamin oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF, idAAA/Stabil) untuk menutup pembayaran pokok dan bunga pada saat jatuh tempo. Prospek peringkat perusahaan adalah stabil.

Peringkat perusahaan mencerminkan posisi pasar ISSP yang kuat, diversifikasi bisnis yang baik, serta margin laba yang memadai dan tingkat perlindungan arus kas yang kuat. Namun demikian, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan yang moderat, kebutuhan modal kerja yang tinggi, serta eksposur terhadap volatilitas harga baja dan fluktuasi nilai tukar.

Peringkat dapat dinaikkan apabila ISSP semakin memperkuat posisi bisnisnya yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, khususnya dari pasar ekspor dan segmen minyak dan gas, dengan tetap menjaga margin laba, disertai dengan perbaikan rasio leverage yang berkelanjutan.

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan apabila kinerja operasional melemah atau apabila Perusahaan menanggung utang yang lebih tinggi dari perkiraan untuk membiayai belanja modal dan kebutuhan modal kerja, tanpa diimbangi oleh prospek pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat, sehingga semakin melemahkan metrik kreditnya.

Peringkat Sustainable Link Bond mencerminkan adanya jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari CGIF, berdasarkan perjanjian penjaminan serta kekuatan keuangan CGIF yang unggul. Peringkat instrumen tersebut dapat diturunkan apabila peringkat penjamin diturunkan, atau apabila terjadi pelanggaran terhadap perjanjian penjaminan yang mengakibatkan berakhirnya jaminan tersebut.

Didirikan pada tahun 1971, ISSP merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi berbagai produk berbasis baja, seperti pipa dan pelat baja. Per 31 Desember 2025, komposisi pemegang saham Perusahaan terdiri dari PT Cakra Bhakti Para Putra (58,7%), DBS Bank Ltd (6,9%), Tedjo Koesomo (1,7%), Pandu Lokiswara Saham (0,3%), dan masyarakat (32,2%).

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BUMI) Punya Tiga Proyek Strategis, Saham Berpotensi Terdongkrak

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dinilai semakin dekat mewujudkan transformasi menjadi perusahaan sumber daya alam multi-platform seiring kemajuan sejumlah proyek non-batubara yang mulai memasuki fase produksi dan pengembangan strategis.

HGII Beri Dividen 16 persen Laba 2025, Cek Besaran per Sahamnya

PT Hero Global Investment Tbk (HGII) resmi mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026 dengan tingkat kehadiran mencapai 81,77% dari seluruh saham dengan hak suara sah.

34 Saham Masuk Cum Dividen 15–19 Juni 2026, Yield Mini hingga Nyaris 11%

Sebanyak 34 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen pada 15–19 Juni 2026, menghadirkan peluang bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif dari pembagian dividen tunai.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru