back to top

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham BAPA Mulai 8 Juli 2026

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencabutan status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus untuk saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA). Perubahan status tersebut akan mulai berlaku efektif pada 8 Juli 2026.

Berdasarkan pengumuman Bursa, saham BAPA resmi keluar (exit) dari Papan Pemantauan Khusus dan kembali tercatat di Papan Pengembangan. Dengan demikian, status saham Perseroan tidak lagi berada dalam daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus.

BEI menjelaskan bahwa sebelumnya saham BAPA masuk dalam Pemantauan Khusus berdasarkan Kriteria 10, yakni dikenakan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek selama lebih dari satu Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Seiring dicabutnya status tersebut, saham BAPA tidak lagi memenuhi Kriteria 10 sebagai dasar penetapan Efek Dalam Pemantauan Khusus. Perubahan ini berlaku efektif mulai Rabu, 8 Juli 2026, sesuai pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia.

Pada perdagangan hari ini Selasa (7/7) saham BAPA naik 9,6 persen di level Rp454. Saham BAPA Dalam sepekan terakhir terbang 48 persen. Dalam sebulan melonjak 74 persen. Sedangkan dalam 6 bulan meroket 393 persen dari harga Rp92 pada awal Januari 2026.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Nyaris Tembus 6.000, Properti Jadi Motor Reli Bursa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). IHSG naik 70,42 poin atau 1,19% ke level 5.986,49, didorong aksi beli yang terjadi hampir di seluruh sektor perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Indonesian Paradise Property (INPP) Jawab BEI Usai Harga Saham Rontok dan Transaksi Melonjak

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memberikan klarifikasi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas perdagangan yang disertai penurunan harga saham Perseroan. Manajemen menegaskan tidak

Era Media (DOOH) Parkir Dana IPO Rp120,7M di Bank DKI

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengungkapkan bahwa masih menyimpan sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Hingga laporan penggunaan dana per Juli 2026, Perseroan baru merealisasikan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru