Emitentrust.com – PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) emiten kertas grup Sinarmas memberikan penjelasan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham TKIM yang terjadi di pasar.
Perlu diketahui saham TKIM Dalam sepekan terakhir drop 13,2 persen. Dalam sebulan anjlok 30,7 persen dari harga Rp8.525 pada 29 April 2026.
Sedangkan pada perdagangan hari ini Jumat (29/5) paska klarifikasi saham TKIM naik 5,8 persen ke level Rp5.925.
Dalam surat penjelasan kepada BEI Nomor 019/CRP/TK/V/2026, manajemen TKIM pada Jumat (29/5) menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur TKIM, Agustian R Partawidjaja, menyatakan perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian penting yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan.
“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Selain itu, perseroan juga memastikan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang dapat memicu pergerakan saham secara signifikan sebagaimana diatur dalam ketentuan pelaporan perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Tak hanya itu, TKIM juga menepis spekulasi terkait kemungkinan aksi korporasi dalam waktu dekat. Manajemen menyatakan hingga saat ini belum memiliki rencana melakukan aksi korporasi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa, setidaknya dalam tiga bulan mendatang.
Dengan penegasan tersebut, perusahaan afiliasi grup Sinarmas ini memastikan bahwa gejolak transaksi saham yang terjadi belakangan bukan disebabkan oleh informasi internal, aksi korporasi, maupun aktivitas pemegang saham tertentu yang diketahui perseroan.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pergerakan saham TKIM yang menarik perhatian pasar saat ini belum didukung oleh adanya pengumuman material dari pihak emiten.


