Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat resmi ke PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkait sahamnya yang mengalami volatilitas signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Manajemen DSSA dalam jawaban suratnya pada Jumat (27/3) menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material dari internal perusahaan yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi investor.
Manajemen menyebut, lonjakan transaksi maupun fluktuasi saham DSSA terutama dalam periode 11–17 Maret 2026 lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal global. Mulai dari meningkatnya tensi geopolitik, ketidakpastian arah suku bunga global, hingga volatilitas harga komoditas dan nilai tukar.
Sebagai informasi Pada perdagangan hari ini Jumat (27/3), saham DSSA turun 0,67 persen ke level Rp62.775 per saham. Dalam sepekan terakhir DSSA anjlok 6,1 persen dari harga Rp66.850 pada 16 Maret 2026.
Dalam sebulan ambles 20 persen dari harga Rp78.925 pada 27 Februari 2026. Dalam enam bulan rontok 39,4 persen dari harga Rp103.650 pada 29 September 2025.
“Pergerakan harga saham Perseroan tidak disebabkan oleh perubahan fundamental maupun fakta material spesifik, melainkan dipengaruhi faktor eksternal di luar kendali perusahaan,” tulis manajemen.
Tak hanya DSSA, tekanan pasar ini juga berdampak luas terhadap saham-saham lain di BEI hingga mendorong pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Perseroan juga menepis adanya aktivitas tidak biasa dari pemegang saham besar maupun manajemen.
Hingga saat ini, tidak terdapat perubahan kepemilikan saham oleh direksi, komisaris, maupun pemegang saham utama di atas 5% yang wajib dilaporkan kepada regulator.
Selain itu, DSSA memastikan tidak ada informasi penting lain yang belum diungkap ke publik.
Meski membantah adanya pemicu langsung volatilitas, DSSA mengungkap sejumlah aksi korporasi besar yang sedang berjalan:
Stock split dengan rasio 1:2 yang telah disetujui RUPSLB pada 11 Maret 2026
Merger PT Eka Mas Republik (MyRepublic) dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk yang telah disetujui pada 26 Maret 2026
Ekspansi bisnis digital melalui lelang frekuensi 1,4 GHz
Kemitraan strategis energi panas bumi dengan anak usaha First Gen Corporation
” Langkah langkah ini menunjukkan transformasi DSSA dalam memperkuat portofolio bisnis, khususnya di sektor digital dan energi baru terbarukan, ” jelas manajemen.
Sebagai informasi, DSSA mencatatkan sahamnya di BEI (IPO) pada 10 Desember 2009 sebanyak 100.000.000 lembar atau 12,98% saham dari modal disetor penuh pada harga Rp1.500, Dana yang diraup kala itu sebesar Rp150.000.000.000 dan bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. HD Capital, PT. Sinarmas Sekuritas, PT. Victoria Sekuritas , PT. Yulie Sekurindo
DSSA dimiliki oleh PT Sinar Mas Tunggal sebesar 59,9%, Publik/Lainnya: Sekitar 20% – 40% (bervariasi berdasarkan data kepemilikan treasury). Sedangkan Pengendali Akhir: Franky Oesman Widjaja.
DSSA bergerak Sektor Bisnis: Energi, pertambangan batu bara, infrastruktur, teknologi digital, dan kimia.


