back to top

BEI Minta Penjelasan Manajemen TOTL, Saham Melonjak dalam Sepekan

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) terkait volatilitas transaksi saham perseroan yang mengalami kenaikan harga dan peningkatan aktivitas perdagangan dalam beberapa waktu terakhir.

Permintaan penjelasan tersebut disampaikan BEI melalui surat No. S-10423/BEI.PP2/08-2026 perihal Permintaan Penjelasan Atas Volatilitas Transaksi Efek. Menanggapi surat tersebut, Total Bangun Persada menyampaikan penjelasannya melalui surat No. 115/IR.28/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

Dalam surat tersebut, perseroan mengungkapkan bahwa harga saham TOTL ditutup naik secara kumulatif Rp255 atau sebesar 23,72%, dari Rp1.075 pada penutupan perdagangan 29 Juli 2026 menjadi Rp1.330.

Selain kenaikan harga, aktivitas perdagangan saham TOTL juga meningkat. Perseroan mencatat rata-rata aktivitas transaksi mencapai 6.233.917 saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.458 kali.

Atas volatilitas tersebut, BEI meminta perseroan memberikan penjelasan mengenai kemungkinan adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai saham maupun keputusan investasi pemodal.

Namun, Total Bangun Persada menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham perusahaan tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2.1 Peraturan No. I-E.

Tidak hanya itu, Total Bangun Persada menyebut tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat berkaitan dengan pergerakan saham TOTL sebagaimana diatur dalam POJK No. 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka dan laporan aktivitas menjaminkan saham perusahaan terbuka.

Mengenai kemungkinan aksi korporasi, perseroan memastikan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.

“Perusahaan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang dapat berakibat terhadap pencatatan saham Perusahaan di Bursa, paling tidak dalam 3 (tiga) bulan mendatang,” tulis Corporate Secretary Total Bangun Persada Anggie R.V. Sanusi Sidharta dalam keterbukaan informasi tersebut.

Perseroan juga menyatakan belum terdapat informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan hidup perusahaan yang belum disampaikan kepada publik.

Total Bangun Persada menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas. Dari konfirmasi tersebut, perseroan menyebut belum terdapat informasi terkait adanya transaksi tertentu yang akan dilakukan oleh pemegang saham mayoritas.

Dengan demikian, hingga penyampaian penjelasan kepada BEI pada 11 Agustus 2026, TOTL menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material, aktivitas pemegang saham tertentu, maupun rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan yang dapat menjelaskan kenaikan harga dan aktivitas perdagangan saham perseroan.

Perlu diketahui Direktur PT Total Bangun Persada Tbk. (TOTL), Saleh, melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan dengan menjual 750.000 saham pada 4 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan pada 5 Agustus 2026, transaksi dilakukan melalui penjualan tidak langsung dengan harga Rp1.160 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp870 juta.

Tujuan transaksi disebutkan untuk keperluan pribadi. Saleh tercatat sebagai anggota Direksi Perseroan, namun bukan merupakan pemegang saham pengendali.

Pasca transaksi, kepemilikan Saleh di TOTL berkurang menjadi 5.838.800 saham atau setara 0,171% dari sebelumnya 6.588.800 saham atau 0,193%. Aksi ini mengurangi kepemilikan sebesar 750.000 saham atau sekitar 0,022% dari total saham beredar Perseroan.

Artikel Terkait

Pengendali Baru IATA Eksekusi 3,08 Miliar Saham, Kepemilikan Tembus 60,35%

Karya Pacific Investama meningkatkan kepemilikannya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) hingga menembus 60,35%, setelah melakukan pembelian tidak langsung sebanyak lebih dari 3 miliar saham perseroan.

Ada Transaksi Jumbo di Saham Emiten Hapsoro (SINI), Kepemilikan Pengendali Bergeser

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) emiten milik Hapsoro melaporkan kepemilikan saham setelah tiga transaksi yang dilakukan pada 11 Agustus 2026 melibatkan total 210 juta saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,06 triliun.

INPP Tebar Dividen Interim Rp50,3M, Cek Jadwal Cum Date dan Pembayarannya

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) akan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 dengan total nilai mencapai Rp50,32 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru