back to top

BEI Rombak Daftar Saham di 6 Indeks! BBCA, BBRI, BMRI Bobot nya Naik

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi sejumlah indeks saham untuk periode efektif mulai 2 Juni 2026. Evaluasi tersebut mencakup indeks IDXVESTA28, ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, hingga Investor33.

Dalam pengumuman bernomor Peng-00085/BEI.POP/05-2026 tertanggal 21 Mei 2026, BEI menyebut evaluasi minor dilakukan terhadap indeks IDXVESTA28 dan ECONOMIC30 untuk periode efektif 2 Juni–31 Agustus 2026.

Sementara itu, evaluasi mayor dilakukan terhadap indeks SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, dan Investor33 dengan periode efektif 2 Juni–30 November 2026.

Pada indeks IDXVESTA28, sejumlah saham mengalami kenaikan bobot, di antaranya PT Adaro Energy Indonesia Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Sementara saham seperti PT Astra International Tbk, PT Mitra Adiperkasa Tbk, dan PT Medco Energi Internasional Tbk mengalami penurunan bobot dalam indeks tersebut.

Di indeks ECONOMIC30, saham perbankan jumbo masih mendominasi bobot indeks. BBCA tetap menjadi konstituen dengan bobot terbesar meski turun menjadi 25%, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 20,62% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 14,52%.

Sementara itu, evaluasi mayor indeks SRI-KEHATI mencatat masuknya sejumlah saham baru seperti AKRA dan PT Indosat Tbk. Di sisi lain, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk dan PT United Tractors Tbk keluar dari penghitungan indeks.

Pada indeks ESGSKEHATI, sejumlah saham baru yang masuk antara lain PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, PT Archi Indonesia Tbk, ISAT, PT Merdeka Battery Materials Tbk, hingga PT Summarecon Agung Tbk.

Sebaliknya, beberapa saham harus keluar dari indeks ESGSKEHATI seperti PT Blue Bird Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Sarana Menara Nusantara Tbk, dan PT Total Bangun Persada Tbk.

Untuk indeks ESGQKEHATI, saham baru yang masuk di antaranya ACES, ARCI, PT Elnusa Tbk, PT Mayora Indah Tbk, hingga PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

Sementara saham yang keluar dari ESGQKEHATI meliputi PT ESSA Industries Indonesia Tbk, JPFA, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, serta SSMS.

Di indeks Investor33, BEI memasukkan PT Barito Pacific Tbk sebagai konstituen baru menggantikan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk yang keluar dari indeks.

BEI menyatakan seluruh perubahan konstituen dan bobot indeks tersebut akan berlaku efektif mulai perdagangan 2 Juni 2026.

Artikel Terkait

MedcoEnergi (MEDC) Kantongi Kontrak Gas Rp21T di IPA Convex 2026

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan komersialisasi gas bumi pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 20 Mei 2026.

BIPI Ungkap Rencana Lepas Anak Usaha Tambang Batu Bara Rp1,7T

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berencana melepas hampir seluruh kepemilikan sahamnya di PT Sentosa Bara Gemilang (SBG) kepada PT Indotambang Perkasa Bersama (IPB) dalam transaksi jumbo senilai Rp1,788 triliun. Rencana transaksi tersebut diungkap perseroan dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham sebagai bagian dari aksi korporasi material yang wajib memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dugelar pada 30 Juni 2026. Manajemen BIPI menjelaskan, perseroan akan menjual sebanyak 4.995 lembar saham atau setara 99,90% kepemilikan di SBG kepada IPB. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJB) telah dilakukan pada 21 Mei 2026. Adapun penyelesaian transaksi ditargetkan rampung paling lambat 21 Desember 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati para pihak. Perseroan menyebut langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi untuk mengoptimalkan portofolio investasi sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan. “Rencana transaksi dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis Perseroan untuk merealisasikan nilai investasi pada aset yang telah berkembang, memperkuat struktur permodalan, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta membuka ruang bagi Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya pada peluang usaha lain,” tulis manajemen. SBG sendiri merupakan aset perusahaan yang bergerak di sektor batu bara, pertambangan, dan usaha terkait lainnya melalui sejumlah anak usaha yang memiliki portofolio aset serta area konsesi tambang. Selain itu, perseroan juga menegaskan transaksi ini sejalan dengan arah transformasi bisnis menuju portofolio energi berkelanjutan dan berbasis Environmental, Social and Governance (ESG). RUPS Luar Biasa untuk meminta restu pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026 di Jakarta.

BTN Beber Strategi Salurkan Perumahan Bagi Masyarakat

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya sebagai bank penyalur pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga saat ini, BTN tercatat telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru