BEI Surati Manajemen Bank Jago (ARTO), Ada Apa?

BEI Surati Manajemen Bank Jago (ARTO), Ada Apa?
Logo usaha Bank Jago (ARTO)
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham perseroan yang belakangan menjadi perhatian bursa.

Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai respons atas surat BEI Nomor S-11203/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 1 September 2026 mengenai permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek.

Pergerakan saham ARTO memang cukup tertekan dalam beberapa periode terakhir. Dalam sebulan terakhir, saham Bank Jago tercatat turun sekitar 14,5%. Sementara dalam enam bulan, penurunannya mencapai sekitar 31% dari posisi Rp1.500 pada 2 Maret 2026.

Namun, pada perdagangan Rabu (2/9/2026), saham ARTO berbalik menguat 4,04% ke level Rp1.030 per saham.

Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik yang berpotensi memengaruhi nilai saham maupun keputusan investasi pemodal.

Bank Jago juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang dapat memengaruhi kepemilikan saham perseroan.

Berdasarkan konfirmasi dari pemegang saham pengendali, tidak terdapat rencana transaksi maupun penyesuaian kepemilikan atas saham Bank Jago.

Hal serupa disampaikan terkait pemegang saham utama. Perseroan menyebut tidak terdapat rencana perubahan kepemilikan saham dari pemegang saham utama.

Dengan demikian, manajemen tidak melihat adanya aksi pemegang saham yang dapat menjadi faktor material di balik volatilitas saham ARTO.

Dari sisi aksi korporasi, Bank Jago juga memastikan belum memiliki rencana tindakan korporasi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di BEI dalam tiga bulan mendatang.

Meski demikian, investor perlu mencermati agenda Program Management and Employee Stock Option Program (MESOP) yang akan berjalan menjelang akhir tahun.

Bank Jago menyebut pada November dan Desember 2026 perseroan akan mengumumkan jadwal pelaksanaan Program MESOP 2023-2028 dan MESOP 2025-2030.

Program tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa.

Di luar agenda tersebut, Bank Jago menegaskan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian penting lain yang bersifat material dan belum diungkapkan kepada publik yang berpotensi memengaruhi harga saham atau kelangsungan usaha perseroan.