Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) terkait lonjakan harga saham yang signifikan.
Perlu diketahui Saham MSIE dalam sebulan melonjak 124 persen dari harga Rp66 pada 20 April 2026. Dalam enam bulan terbang 208 persen dari harga di FCA Rp48 pada 18 November 2025.
MSIE saat ini dalam suspensi sejak 8 Mei 2026 terkait lonjakan kumulatif yang signifikan.
Penghentian perdagangan telah dimulai sejak sesi I perdagangan, Jumat, 8 Mei 2026, dan berlaku hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
Manajemen MSIE menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkap kepada publik yang dapat mempengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.
Sekretaris Perusahaan PT Multisarana Intan Eduka Tbk, Catharina Siena Nesti DU Sunaryo, menyampaikan kondisi dan kinerja keuangan Perseroan masih terjaga stabil berdasarkan laporan keuangan terakhir yang telah disampaikan kepada Bursa.
“Perseroan tetap mencatatkan pendapatan dari kegiatan usaha utama serta terus menjaga tingkat efisiensi operasional dan pengelolaan aset secara prudent,” tulis Catharina dalam jawaban resminya kepada BEI Senin (18/5).
MSIE juga memastikan belum terdapat kontrak baru signifikan maupun transaksi material lain yang belum diungkapkan kepada publik.
Di tengah volatilitas saham, MSIE menyebut operasional bisnis utama di bidang penyediaan infrastruktur pendidikan masih berjalan normal dan stabil.
Pada tahun 2026, Perseroan fokus memperkuat bisnis eksisting melalui optimalisasi aset, peningkatan kualitas fasilitas, serta evaluasi peluang pengembangan usaha baru yang sejalan dengan bisnis inti perusahaan.
Selain itu, Perseroan mengungkapkan telah melakukan penyewaan aset tanah kepada pihak berelasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait kondisi industri, manajemen menilai sektor pendidikan masih memiliki prospek positif seiring meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan berkualitas. Namun demikian, Perseroan tetap mewaspadai dinamika ekonomi, inflasi, serta faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi bisnis ke depan.
MSIE juga menilai persaingan usaha masih berlangsung wajar tanpa adanya pergeseran pangsa pasar yang signifikan. Perseroan menyebut kontrak kerja sama jangka panjang menjadi salah satu faktor yang menjaga kestabilan usaha.
Dalam penjelasan tambahan kepada Bursa, Perseroan turut menjawab sorotan terkait lonjakan pembayaran kas operasional pada kuartal I-2026 yang mencapai Rp1,60 miliar atau melonjak 894,21% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Manajemen menjelaskan kenaikan arus kas operasional tersebut dipicu perubahan mutasi piutang lain-lain dari entitas anak. Pada Maret 2025, Perseroan menerima pembayaran piutang yang meningkatkan posisi kas, sedangkan pada Maret 2026 terjadi peningkatan piutang usaha yang tercatat sebagai penggunaan kas operasional.
“Meskipun demikian, secara keseluruhan peningkatan biaya dan pergerakan arus kas Perseroan masih berada dalam batas yang wajar dan sesuai kegiatan operasional Perseroan,” jelas manajemen.
Untuk menjaga efisiensi, Perseroan mengaku terus melakukan evaluasi biaya operasional, negosiasi vendor, serta optimalisasi pemanfaatan aset dan kualitas layanan guna mendukung keberlangsungan bisnis jangka panjang.
Selain itu, MSIE memastikan tidak ada perkara hukum material yang sedang dihadapi Perseroan, anak usaha, maupun jajaran Direksi dan Komisaris yang belum diungkap kepada publik.
PT Multisarana Intan Eduka Tbk ( MSIE) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan dan penyewaan properti, dengan fokus utama pada penyediaan infrastruktur pendidikan.
Berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur, perusahaan ini menyewakan properti kepada lembaga pendidikan seperti Yayasan Intan Eduka yang mengelola IPH Schools dan Morphoo School di Bali.


