back to top

BEI Telisik Penggunaan Dana Hasil IPO DIVA

Emitentrust.com – PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) merespons permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

DIVA berencana mengalihkan sebagian dana IPO dari investasi teknologi informasi menjadi modal kerja sebesar Rp5,46 miliar atau sekitar 0,89% dari total dana IPO.

Langkah tersebut langsung menjadi perhatian BEI karena menyangkut perubahan strategi penggunaan dana hasil IPO yang sebelumnya difokuskan untuk pengembangan teknologi.

Manajemen DIVA dalam jawabannya ke BEI pada Senin (11/5) menjelaskan keputusan realokasi dana dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika persaingan industri distribusi digital yang semakin ketat.

Perseroan menilai kebutuhan modal kerja yang lebih kuat kini menjadi prioritas agar mampu menjaga daya saing dan mempercepat respons terhadap kebutuhan pasar.

“Perseroan berpandangan efisiensi di bidang investasi teknologi digital dapat direlokasi ke investasi modal kerja untuk memperkuat daya saing tanpa mengganggu agenda transformasi teknologi,” tulis manajemen.

DVNA mengungkap perkembangan teknologi digital saat ini membuat kebutuhan belanja modal teknologi jauh lebih efisien dibanding asumsi awal saat IPO.

Perseroan menyebut penggunaan cloud computing, software berbasis SaaS hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) berhasil menekan kebutuhan investasi server dan perangkat keras.

Beberapa sistem seperti big data, analytics, dashboard hingga business intelligence kini telah berbasis cloud sehingga kebutuhan penambahan server menurun drastis.

Selain itu, penggunaan layanan SaaS seperti Microsoft 365, CRM hingga AI model subscription juga disebut mampu mengurangi kebutuhan hardware dan storage server.

“Pemanfaatan AI untuk programming, pembuatan image/video hingga business intelligence tools menurunkan kebutuhan server khusus AI berbasis GPU,” jelas perseroan.

Dana hasil IPO yang semula dialokasikan untuk investasi teknologi informasi sebesar Rp219,85 miliar kini dipangkas menjadi Rp214,39 miliar.

Sebaliknya, porsi modal kerja naik dari Rp392,13 miliar menjadi Rp397,59 miliar.

Meski melakukan pengalihan dana, DVNA memastikan perubahan tersebut tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perseroan.

Dalam simulasi keuangan yang dipaparkan, aset lancar perseroan meningkat sekitar Rp5,46 miliar atau 1%, sementara aset tidak lancar turun sekitar 3,1%.

Namun total aset, liabilitas dan ekuitas perseroan dipastikan tetap tidak berubah.

DVNA juga menegaskan arah pengembangan bisnis perseroan tidak berubah meski terjadi realokasi dana IPO.

Untuk jangka pendek, fokus perseroan diarahkan pada optimalisasi pengelolaan persediaan, peningkatan layanan mitra serta efisiensi operasional distribusi.

Sementara dalam jangka menengah, perseroan akan fokus memperluas jaringan distribusi, memperkuat transformasi digital dan mengembangkan layanan baru di ekosistem distribusi digital.

Artikel Terkait

Medela Potentia (MDLA) Sepakat Tebar Dividen Rp176,5M, Simak Jadwalnya

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp176,56 miliar atau setara Rp12,6 per saham dari laba tahun buku 2025.

Komut BOAT Gadaikan 75 Juta Saham ke BNI, Buat Apa?

PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) melaporkan transaksi penandatanganan akta gadai saham milik Komisaris Utama sekaligus pemegang saham pengendali Perseroan, Dharmawati Djuhana.

Dua Putra (DPUM) Resmi Ganti Pengendali, Siapkan Tender Offer

Emitentrust.com -PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) resmi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru