back to top

BRPT dan ADRO Terbang Saat IHSG Tersungkur di Penutupan Hari Ini

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026), setelah tekanan jual di sektor kesehatan dan perindustrian membebani pergerakan pasar.

IHSG turun 46,72 poin atau 0,68% ke level 6.858,89. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, hanya empat sektor berhasil bertahan di zona hijau, sementara tujuh sektor lainnya terkoreksi dan menekan laju indeks.

Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 1,85%, diikuti sektor transportasi sebesar 1,59% dan sektor keuangan yang naik 0,31%. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi pemberat utama setelah ambles 3,51%, disusul sektor perindustrian yang turun 3,20% dan sektor infrastruktur yang melemah 1,50%.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan total volume mencapai 32,81 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp16,10 triliun. Sebanyak 207 saham menguat, 463 saham melemah, dan 151 saham stagnan.

Di jajaran saham penguat utama, saham PT Surya Multi Indopack Tbk (SMMA) melonjak Rp700 menjadi Rp16.975 per saham. Kemudian saham PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp455 menjadi Rp5.375 per saham dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat Rp330 menjadi Rp2.870 per saham.

Sementara itu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memimpin daftar pelemahan setelah anjlok Rp6.000 menjadi Rp203.000 per saham. Disusul PT Siantar Top Tbk (STTP) yang turun Rp1.525 menjadi Rp9.700 dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melemah Rp1.350 menjadi Rp7.650 per saham.

Untuk saham teraktif, PT Wira Global Solusi Tbk (WBSA) mencatat frekuensi perdagangan tertinggi sebanyak 137.152 kali dengan nilai transaksi Rp130 miliar. Kemudian diikuti PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) sebanyak 98.760 kali senilai Rp222 miliar dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) sebanyak 97.375 kali senilai Rp202 miliar.

Di kelompok saham LQ45, penguatan tertinggi dipimpin oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melesat 14,86%, diikuti PT Indosat Tbk (ISAT) naik 7,80% dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang menguat 6,12%.

Sebaliknya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top losers LQ45 setelah turun 8,25%. Disusul PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 4,71% dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melemah 3,56%.

Artikel Terkait

S&P Global Sorot WIKA Beton (WTON), Ada Apa?

Merespons dinamika pasar konstruksi yang kian mengedepankan kepatuhan terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), delegasi lembaga pemeringkat internasional S&P Global

Grup Lippo (LPCK) Klarifikasi Soal Hibah Lahan Rusun MBR Rp6T di Meikarta

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) emiten properti grup Lippo memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana hibah lahan yang sebelumnya disebut bernilai sekitar Rp6 triliun.

Quantum Clovera Investama (KREN) Gagal Gelar Buyback Saham, RUPSLB Tak Kuorum

PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Juni 2026. RUPST pemegang saham yang mewakili 11,25 miliar saham atau 61,81%

Populer 7 Hari

Berita Terbaru