back to top

Bos AKRA Borong 12 Juta Saham Harga Diskon Jelang Cum Dividen

Emitentrust.com – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyamp[aikan bahwa Haryanto Adikoesoemo selaku pengendali dan Direktur Utama kembali menambah kepemilikan sahamnya di Perseroan pada 6 Mei 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 7 Mei 2026 Haryanto membeli sebanyak 12 juta saham AKRA di harga Rp499 per saham.

Dengan demikian, total nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp5,99 miliar.

Transaksi dilakukan dengan tujuan investasi dan berstatus kepemilikan tidak langsung. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Haryanto di AKRA meningkat menjadi 224,60 juta lembar saham atau setara 1,119% dibandingkan sebelumnya 212,60 juta saham atau 1,059%.

Pada perdagangan hari ini Kamis (7/5) saham AKRA naik 1,32 persen ke level Rp1.530

Seperti diketahui Emiten distribusi energi dan logistik PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp1,003 triliun atau sebesar Rp50 per saham sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 27 April 2026.

Manajemen AKRA menyampaikan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 6 Mei 2026, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 21 Mei 2026.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, AKRA membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp2,47 triliun. Sementara saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp10,13 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp15,60 triliun.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru