Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) berdasarkan struktur kepemilikan per 31 Juli 2026.
Dalam pengumuman tertanggal 4 Agustus 2026, BEI menyebutkan bahwa berdasarkan metodologi penentuan High Shareholding Concentration, saham ALKA dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 98,21% dari total saham dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.
Sementara itu, saham AGAR memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan yang lebih tinggi. Sejumlah tertentu pemegang saham secara agregat menguasai 99,32% dari total saham Perseroan dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.
BEI menegaskan bahwa pengumuman tersebut diterbitkan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada pelaku pasar dan tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
Pengumuman mengenai status High Shareholding Concentration (HSC) bertujuan memberikan informasi tambahan kepada investor mengenai struktur kepemilikan saham emiten yang memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan sangat tinggi. Dengan informasi tersebut, investor diharapkan dapat mempertimbangkan potensi risiko, termasuk aspek likuiditas perdagangan saham, sebelum mengambil keputusan investasi.
Sebagai informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) mulai tanggal 29 Juli 2026 akibat lonjakan harga kumulatif yang tidak wajar atau cooling down.
ALKA disuspensi berada pada level Rp1.715 per lembar. Dalam sebulan ALKA terbang 236 persen dari harga Rp510 per lembar. Dalam enam bulan melonjak 277 persen dari harga Rp454 pada 5 Februari 2026.
Sedangkan saham AGAR pada perdagangan hari ini Rabu (5/8) naik 0,79 persen ke level Rp830. Dalam sebulan terbang 20,2 persen dari harga Rp690 per lembar. Dalam enam bulan melonjak 310 persen dari harga Rp203 pada 6 Ju;li 2026 2026.


