back to top

BEI Umumkan Saham Transcoal Pacific (TCPI) Masuk HSC 94,10%

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-00011-HSC/BEI.WAS/05-2026 dan KSEI Nomor KSEI-3492/DIR/0526 tertanggal 29 Mei 2026, struktur kepemilikan saham TCPI per 25 Mei 2026 menunjukkan bahwa sejumlah terbatas pemegang saham secara agregat menguasai 94,10% dari total saham perseroan dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.

Meski demikian, BEI menegaskan bahwa pengumuman ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Status High Shareholding Concentration merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi kepada investor agar memahami struktur kepemilikan saham emiten. tulis Pengumuman BEI yang ditandatangani Direktur BEI, Kristian S. Manullang, serta Direktur KSEI, Eqy Essiqy pada 30 Mei 2026.

Pada perdagangan Jumat (29/5) saham TCPI berada di level Rp10.850. Dalam sepekan terakhir ambles 3,65 persen. Dalam sebulan anjlok 5,65 persen.

Artikel Terkait

BULL Mendadak Batalkan Audit Laporan Keuangan Kuartal I, Ada Apa?

BULL menjelaskan keputusan pembatalan audit laporan keuangan interim tersebut berkaitan dengan adanya perubahan jadwal aksi korporasi yang tengah dipersiapkan perseroan.

DPUM Ganti Pengendali! 53,19% Saham Berpindah Harga Diskon

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) mengalami perubahan signifikan pada struktur pemegang saham pengendalinya setelah sebanyak 2,47 miliar saham berpindah tangan melalui transaksi Repurchase Agreement (Repo) pada 8 Mei 2026.

BTN Kucurkan Kredit ke Pindad Rp1,5T, Dorong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pindad melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility sebesar Rp1,5 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru