EmTrus – PT Techno9 Indonesia Tbk (TECHNO9) menyampaikan bahwa pengendali baru PT Poh Investments Indonesia (POH) akan menggelar tender wajib yang dimulai pada 19 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026. Sedangkan Pembayaran hasil tender pada 27 Januari 2026.
Pengambilalihan tersebut membuat POH wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) sesuai ketentuan POJK No. 9/2018. Tender wajib ini akan dilakukan melalui anak usaha POH, yakni PT Poh Investments Indonesia, sebagai pihak yang ditunjuk.
Manajemen NINE dalam keterangannya menyebutkan, dalam tender wajib tersebut, POH membuka peluang untuk membeli sebanyak-banyaknya 1,29 miliar saham atau sekitar 59,73% dari total saham beredar milik publik. Harga yang ditawarkan dipatok sebesar Rp131 per saham, jauh di atas harga tertinggi pengambilalihan sebelumnya.
Apabila seluruh saham publik terserap dalam penawaran ini, maka total dana yang harus disiapkan mencapai Rp168,78 miliar. Dengan skenario tersebut, kepemilikan POH atas Techno9 berpotensi melonjak menjadi 95,59% setelah tender wajib rampung.
Sebagai informasi PT Poh Investments Indonesia (POH) mengambil alih kendali perseroan melalui serangkaian transaksi crossing saham yang berlangsung sejak Mei hingga September 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi, POH sebagai pengendali baru telah mengakuisisi sebanyak 773,35 juta saham atau setara 35,85% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Techno9. Saham tersebut dibeli dari pengendali lama Heddy Kandou serta Noprian Fadli, dengan total nilai transaksi pengambilalihan mencapai sekitar Rp11,89 miliar.
Manajemen menegaskan bahwa Heddy Kandou dan Noprian Fadli tidak termasuk dalam pihak yang sahamnya dibeli dalam tender wajib, karena keduanya telah melepas saham saat proses pengambilalihan berlangsung.
POH juga menyatakan telah memiliki dana yang cukup untuk menuntaskan seluruh kewajiban pembayaran dalam pelaksanaan tender wajib ini.
Dari sisi strategi, POH menyebut pengambilalihan ini dilakukan untuk investasi jangka panjang dan pengembangan bisnis. Pengendali baru berencana melanjutkan usaha perdagangan komputer dan perlengkapannya yang saat ini dijalankan Techno9, sekaligus memperluas cakupan bisnis IT.
Selain itu, Techno9 juga telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebagai bagian dari rencana aksi korporasi ke depan.


