back to top

Laba Astra (ASII) Tergerus 3,3% Jadi Rp40,2T di 2025

Emitentrust.com – PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih Rp40,21 triliun pada 2025, turun 3,3% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp43,27 triliun.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terkoreksi menjadi Rp32,77 triliun, dari Rp33,90 triliun tahun sebelumnya. Alhasil, laba per saham (EPS) turun menjadi Rp810 dari Rp837.

Dalam laporan keuangan yang disampaikan Jumat (27/2) disebutkan pendapatan bersih ASII menyusut tipis 1,5% menjadi Rp323,39 triliun dari Rp328,48 triliun.

Laba bruto ikut turun menjadi Rp71,44 triliun dari Rp73,06 triliun.

Di sisi lain Beban penjualan naik menjadi Rp11,74 triliun. Beban umum dan administrasi naik ke Rp21,04 triliun

Laba sebelum pajak tercatat Rp49,29 triliun, turun dari Rp53,00 triliun. Beban pajak penghasilan menyusut menjadi Rp9,08 triliun.

💰 Ekuitas Tembus Rp290 Triliun, Aset Rp507 Triliun

Per 31 Desember 2025, Total aset naik menjadi Rp507,37 triliun dari Rp471,45 triliun.

Total liabilitas meningkat menjadi Rp216,55 triliun.

Total ekuitas menguat ke Rp290,81 triliun dari Rp272,00 triliun.

Saldo laba belum dicadangkan tumbuh menjadi Rp218,51 triliun.

Arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp44,69 triliun, relatif stabil dibanding 2024.

Namun, belanja investasi meningkat, tercermin dari arus kas investasi negatif Rp21,26 triliun, terutama untuk, Penambahan aset tetap Rp16,49 triliun, Akuisisi entitas anak Rp4,73 triliun.

Sementara Kas dan setara kas akhir tahun naik menjadi Rp52,62 triliun.

Artikel Terkait

RUPSLB Wika Beton (WTON) Setujui Dua Agenda Strategis, Ini Keputusannya

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 pada Jumat (10/7/2026) yang menyetujui dua agenda strategis, yakni perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun

Free Float GPSO 56,61%, Grup Tjokro Kuasai 37,63% Saham, Ini Sosok UBO

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan free float perseroan turun menjadi 56,61% pada akhir Juni 2026 dari 57,29% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru