back to top

Bidik China hingga Eropa, Langkah Baru SMLE Ini Siap Dongkrak Laba 2026

EmTrust – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (IDX: SMLE) menyiapkan strategi penguatan lini bisnis baru guna mendorong pertumbuhan penjualan dan kinerja perseroan pada 2026. Fokus utama diarahkan pada pengembangan bisnis ekspor nilam serta penguatan segmen fragrance yang dinilai memiliki potensi pasar besar.

Direktur Utama SMLE, Siu Min, mengatakan perseroan akan menambah lini produk baru melalui kerja sama dengan PT Kencana Alam Sakti. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan bisnis ekspor nilam ke sejumlah pasar utama, antara lain China, Eropa, dan India.

“Untuk 2026, kami menambah lini produk baru dengan masuk ke bisnis ekspor nilam. Jika terealisasi, segmen ini diproyeksikan dapat tumbuh sekitar 25 hingga 35 persen,” ujar Siu Min dalam keterangannya.

Selain ekspor nilam, SMLE juga akan memfokuskan pengembangan bisnis fragrance. Manajemen menilai industri fragrance masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, mengingat sekitar 20–30 persen pasar masih dikuasai oleh retailer.

“Bisnis fragrance akan menjadi fokus karena industrinya sangat besar. Kami melihat peluang bagi SMLE untuk mengambil alih sebagian pasar tersebut, dengan ekspektasi pertumbuhan yang baik pada 2026,” jelasnya.

Dari sisi kinerja keuangan, manajemen menargetkan laba bersih perseroan pada 2026 minimal setara dengan capaian tahun 2024 dan 2025. Dengan kontribusi dari lini bisnis baru, perseroan optimistis pertumbuhan laba dapat lebih signifikan.

Siu Min menambahkan, optimisme tersebut turut ditopang oleh struktur biaya yang relatif terkendali. “Beban operasional tidak akan bertambah terlalu banyak pada 2026, sehingga perseroan siap mendorong pertumbuhan sesuai target proyeksi,” ujarnya.

Dengan strategi pengembangan produk dan pasar yang dijalankan, manajemen memandang prospek bisnis SMLE pada 2026 tetap positif serta memiliki peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.

Artikel Terkait

Akhiri Reli 9 Hari, IHSG Ditutup Terkoreksi Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menghentikan reli selama sembilan hari berturut-turut setelah ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/7/2026). IHSG terkoreksi 5,82 poin atau 0,09% ke level 6.334,47, meski mayoritas sektor masih

XLSMART (EXCL) Menang Spektrum Baru, 4G dan 5G Makin Ngebut!

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi ditetapkan sebagai salah satu pemenang seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz tahun 2026 oleh Kementerian

BEI Layangkan Surat ke Yulie Sekuritas Indonesia (YULE) Terkait Ini

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) terkait volatilitas transaksi saham Perseroan melalui surat Nomor S-08768/BEI.PP3/07-2026 tertanggal 21 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru