back to top

CUAN Sebut Kantongi 19,7 Juta Saham Buyback, Belum Tentukan Jadwal Pelepasan

Emitentrust.com – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) emiten milik Prajogo Pangestu melaporkan hingga 30 Juni 2026 masih memiliki 19.700.600 saham treasuri yang belum dialihkan kembali.

Manajemen CUAN dalam keterangannya Senin (20/7) menyebut Laporan ini disampaikan sebagai bagian dari kewajiban pelaporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) sesuai POJK Nomor 29 Tahun 2023.

Sekretaris Perusahaan Robertus Maylando Siahaya memaparkan bahwa, seluruh saham treasuri tersebut berasal dari dua program buyback yang dilakukan Perseroan saat kondisi pasar berfluktuasi secara signifikan sesuai ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023, sehingga pelaksanaannya tidak memerlukan persetujuan RUPS.

Program buyback pertama diselesaikan pada 24 Juni 2025 dengan harga rata-rata Rp4.780,29 per saham. Perseroan membeli 418.400 saham, yang setelah pelaksanaan stock split pada 11 Juli 2025 setara menjadi 4.184.000 saham.

Sementara itu, program buyback kedua diselesaikan pada 3 Mei 2026 dengan harga rata-rata Rp1.553,83 per saham. Dalam program ini, Perseroan membeli 15.516.600 saham, sehingga total saham treasuri yang dimiliki mencapai 19.700.600 saham setelah memperhitungkan penyesuaian akibat stock split.

Hingga akhir semester I-2026, Perseroan belum menetapkan jadwal maupun mekanisme pengalihan kembali saham treasuri tersebut.

Dengan demikian, belum ada saham treasuri yang dialihkan kepada pihak mana pun, sehingga seluruh 19.700.600 saham masih tercatat sebagai saham yang wajib dialihkan kembali pada masa mendatang.

Artikel Terkait

IHSG Melejit 1,41% di Sesi I, DEWA, CUAN, dan AMMN Jadi Bintang di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I Selasa (21/7/2026) di zona hijau dengan kenaikan 88,07 poin atau 1,41% ke level 6.319,85.

Mirae Asset Sebut Peluang Pasar Ditopang Valuasi dan Status MSCI

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound, arah pasar saham Indonesia pada semester II-2026 akan ditentukan oleh kondisi makroekonomi global, valuasi saham yang semakin menarik, serta tetap terjaganya status Indonesia sebagai Emerging Market dalam indeks MSCI.

TAXI Gagal Ambil Keputusan, Seluruh Agenda RUPST Kandas!

PT Express Transindo Utama Tbk (BEI: TAXI) belum dapat mengambil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 Juli 2026. Seluruh agenda rapat tidak dapat diputuskan karena tidak memenuhi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru