Emutentrust.com – PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) tidak dapat mengambil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 16 Juli 2026.
Pasalnya, tingkat kehadiran pemegang saham hanya mencapai 1.658.677.600 saham atau 22,32% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah, sehingga tidak memenuhi ketentuan kuorum yang dipersyaratkan.
Manajemen DADA dalam keterangannya Senin (20/7) menyampaikan bahwa seluruh agenda RUPST tidak dapat dibahas maupun diputuskan karena rapat dinyatakan tidak memenuhi kuorum kehadiran.
Dengan tidak terpenuhinya kuorum tersebut, DADA belum dapat memperoleh persetujuan atas Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.
Selain itu, Perseroan juga belum dapat memutuskan penggunaan laba bersih, sehingga belum ada keputusan mengenai pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.
Agenda lain yang turut tertunda adalah penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit laporan keuangan Perseroan, yang juga tidak dapat diputuskan dalam RUPST tersebut.
Meski demikian, susunan pengurus Perseroan tidak mengalami perubahan. Jajaran Direksi masih dipimpin Adam sebagai Direktur Utama dengan masa jabatan hingga 30 Juni 2030, didampingi Bayu Setiawan sebagai Direktur.
Sementara Dewan Komisaris tetap dipimpin Komisaris Utama, bersama Tjandra Tjokrodiponto dan Iwan Gunarwan Baroto sebagai Komisaris.
Sebagai informasi PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2024 sebesar Rp 1,04 miliar.
Keputusan pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( RUPS ) pada 4 September 2025 sebesar Rp 0,14 per lembar saham.
Kala itu DADA mencatat laba bersih Rp 1,26 miliar pada 2024. Saldo laba ditahan yang belum dibatasi penggunaannya mencapai Rp 47,61 miliar, sedangkan total ekuitas perusahaan sebesar Rp 352,16 miliar.
Sepanjang 2025 DADA bersama entitas anak membukukan lonjakan laba bersih konsolidasian
Perseroan mencatat laba bersih Rp3,51 miliar, melambung 216 persen dibandingkan Rp1,11 miliar pada 2024.


