Emitentrust.com – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$73,63 ribu pada kuartal I-2026.
Hasil tersebut berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya ketika Perseroan masih mencatat laba bersih sebesar US$3,56 juta.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, penurunan kinerja tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan Perseroan.
BIPI membukukan pendapatan sebesar US$47,44 juta, turun 34,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$72,48 juta.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, penurunan kinerja tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan Perseroan. BIPI membukukan pendapatan sebesar US$47,44 juta, turun 34,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$72,48 juta.
Turunnya pendapatan turut menekan profitabilitas perusahaan. Laba bruto tercatat sebesar US$15,48 juta, lebih rendah dibandingkan laba bruto US$16,01 juta pada kuartal I-2025.
Di tingkat operasional, laba usaha juga mengalami penurunan menjadi US$11,98 juta dari sebelumnya US$13,14 juta. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar US$3,95 juta, turun dari US$5,13 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, Perseroan berhasil menurunkan total liabilitas menjadi US$968,42 juta per 31 Maret 2026 dari US$1,00 miliar pada akhir tahun 2025. Di sisi lain, total aset BIPI tercatat sebesar US$1,56 miliar hingga akhir Maret 2026, sedikit menurun dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai US$1,59 miliar.
Penurunan pendapatan dan laba menunjukkan tantangan yang masih dihadapi Perseroan pada awal tahun 2026, meskipun upaya perbaikan struktur keuangan terlihat dari berkurangnya liabilitas perusahaan.


