back to top

Bos Besar Astra Kembali Angkut Saham ASII, Kali Ini Senilai Rp3,2M

Emitentrust.com – Presiden Komisaris PT Astra International Tbk (ASII), Prijono Sugiarto, kembali menambah kepemilikan sahamnya di Perseroan melalui pembelian yang dilakukan pada 22 dan 23 Juni 2026. Nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp3,17 miliar hingga Rp3,23 miliar.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham Kamis (25/6) disebutkan, Prijono membeli sebanyak 675.000 saham ASII pada kisaran harga Rp4.692 hingga Rp4.789 per saham. Tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Prijono Sugiarto meningkat menjadi 5.176.300 saham atau setara 0,0128% dari total saham beredar. Sebelum transaksi, ia tercatat memiliki 4.501.300 saham atau sekitar 0,0111%.

Sebelumnya PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto, menambah kepemilikan sahamnya di emiten otomotif dan konglomerasi tersebut melalui transaksi pembelian di pasar sebanyak 200.000 saham ASII pada 19 Juni 2026 dengan harga Rp4.787 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp957,4 juta.

Artikel Terkait

Samuel Sekuritas Lepas Repo Saham NSSS Rp566M, Lalu Tebus Rp127M

Samuel Sekuritas Indonesia melakukan perubahan kepemilikan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) melalui serangkaian transaksi repo pada 23-24 Juni 2026 dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp694,66 miliar.

Asuransi Digital (YOII) Tetapkan Rights Issue Rp100 per Lembar, Rasio 5:1

PT Asuransi Digital Bersama Tbk. (YOII) resmi menawarkan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue sebanyak 684.937.500 saham baru. Dengan

Grup Salim (DNET) Tak Bagi Dividen Meski Untung Rp1,25T di 2025

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) grup Salim memutuskan tidak membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 meski berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,255 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru