Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan sepanjang perdagangan sesi I pada Jumat (7/8/2026), ditopang sentimen domestik yang tetap positif setelah rilis data cadangan devisa Indonesia. IHSG ditutup naik 44,772 poin atau 0,71% ke level 6.388,483.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 6.341 hingga 6.408 setelah dibuka pada level 6.343. Penguatan indeks ditopang oleh aksi beli yang terjadi di seluruh sektor sehingga seluruh indeks sektoral berhasil ditutup di zona hijau.
Sektor infrastruktur menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan 2,17%, disusul sektor properti yang menguat 1,54%, barang baku naik 1,11%, barang konsumen non-primer bertambah 0,88%, energi menguat 0,85%, perindustrian naik 0,49%, transportasi dan logistik menguat 0,39%, teknologi naik 0,31%, keuangan bertambah 0,12%, serta kesehatan yang menguat 0,11%. Sementara itu, sektor barang konsumen siklikal juga bergerak positif tipis.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 23,5 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp8,8 triliun. Sebanyak 338 saham menguat, 247 saham melemah, dan 204 saham ditutup stagnan.
Pada indeks LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi bintang perdagangan setelah melonjak 16,32% ke level Rp2.210 per saham. Penguatan juga dicatat PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 6,27% ke Rp2.710, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang menguat 5,66% ke Rp560 per saham.
Sebaliknya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi top loser LQ45 setelah turun 3,55% ke Rp1.630 per saham. Disusul PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melemah 1,05% ke Rp1.415, serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang terkoreksi 0,94% ke Rp525 per saham.


