back to top

BTN Gandeng Bank Sampah Kudus, Perkuat Komitmen ESG

Emitentrust.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat komitmen pengurangan emisi berbasis rumah tangga melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus. Inisiatif ini menjadi pengembangan Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu yang mendorong sampah rumah tangga memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, sebagai bank yang telah membiayai jutaan hunian di Indonesia, BTN memiliki peran strategis mendorong perubahan perilaku masyarakat dari rumah.

“BTN percaya pengurangan emisi bisa dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal, kami ingin masyarakat merasakan bahwa setor sampah di BTN menjadi lebih cuan sekaligus ikut menjaga lingkungan,” ujar Setiyo dalam kunjungan ke Bank Sampah Muria Berseri Kudus, Rabu (3/6).

Setiyo menjelaskan, pengelolaan sampah dari rumah tangga sangat penting. Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), rumah tangga berkontribusi sekitar 46,3% terhadap produksi sampah nasional atau setara 34,1 juta ton per tahun. Namun, baru 31,3% atau sekitar 10,7 juta ton sampah yang berhasil dikelola.

Melalui kerja sama ini, tambah Setiyo, masyarakat dapat ikut mengelola sampah dengan menyetorkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, aluminium, besi, hingga kaca. Sampah tersebut akan dikonversi menjadi nilai ekonomi yang langsung masuk ke rekening BTN.

Adapun, hingga Maret 2026, Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu telah mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah dari 21 klaster perumahan dan akan diperluas ke 8 provinsi serta 15 kota di Indonesia.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita menambahkan, program ini juga memperkuat kedekatan BTN dengan masyarakat melalui layanan yang hadir dalam aktivitas sehari-hari.

“BTN ingin hadir tidak hanya saat masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutur Hermita.PYFA, Pyridam Farma Tbk (PYFA), emiten farmasi, kuartal I 2026, kinerja, positif

Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatat pertumbuhan kinerja yang positif pada Kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp766,53 miliar, meningkat 11,8% dibandingkan Kuartal I 2025 yang sebesar Rp685,46 miliar.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan neto, laba bruto Perseroan tumbuh 6,9% menjadi Rp192,8 miliar, didorong oleh efisiensi manufaktur dan peningkatan produktivitas yang mampu mengimbangi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan harga pasar.

Di sisi lain, profitabilitas Perseroan juga menunjukkan performa yang semakin solid dengan mencatat pertumbuhan nilai EBITDA sebesar 30% dibandingkan Kuartal I 2025.

Kenaikan nilai ini turut diiringi dengan peningkatan margin EBITDA yang mencapai 9,5% dari sebelumnya 8,2% pada periode yang sama tahun 2025.

Tren positif ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi bisnis yang dijalankan Perseroan. Peningkatan kinerja keuangan tersebut didongkrak secara signifikan oleh penguatan portofolio produk farmasi, optimalisasi jaringan distribusi, serta kontribusi yang semakin kuat dari lini bisnis kesehatan terintegrasi PYFA.

Direktur PYFA, Sinta Ningsih, mengatakan bahwa kinerja pada awal tahun ini menunjukkan fondasi bisnis yang semakin solid sekaligus menjadi momentum positif untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan ke depan.

Selain kontribusi berkelanjutan dari pilar utama pertumbuhan yaitu layanan CDMO, pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh peningkatan kinerja dari sejumlah produk farmasi berlisensi tinggi yang memiliki nilai tambah dan margin yang lebih baik.

Sejalan dengan itu, progres pengembangan berbagai investasi strategis, termasuk fasilitas produksi Lini 3 anak perseroan, turut memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan Perseroan ke depan.

“ Kami optimistis strategi fokus pada portofolio produk bernilai tinggi serta penguatan kapasitas manufaktur akan semakin memperkuat daya saing PYFA dalam jangka panjang.” ujar Sinta Ningsih.

Tidak berhenti pada ekspansi Lini Produksi 3 pada anak Perseroan PT Ethica Industri Farmasi, kini PYFA tengah mempersiapkan pembangunan Lini Produksi 4 dan Lini Produksi 5 yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemampuan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pasar farmasi nasional.

Ke depan, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui kombinasi strategi inovasi produk yang berlisensi tinggi dan fokus pada therapeutic area, ekspansi kapasitas manufaktur, penguatan jaringan layanan kesehatan, serta pengembangan portofolio bisnis yang berfokus pada segmen dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Ambles ke Bawah Level 6.000, Seluruh Sektor Tumbang

IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks anjlok 254 poin atau 4,11% dan ditutup di level 5.941,06,

Direktur CYBR Doni Mora Jual Saham Saat Harga Naik!

Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), Doni Mora, melakukan penjualan sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan pada 2 Juni 2026.

Direktur EMTK Yuslinda Nasution Mundur, Ini Alasannya

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mengumumkan pengunduran diri Yuslinda Nasution dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan setelah memasuki masa purna bakti.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru