Emitentrust.com- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,20 triliun sepanjang 2025, tumbuh sekitar 13,15% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,06 triliun. Kinerja ini mendorong laba per saham (EPS) naik menjadi Rp156 dari Rp138 pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang diterbitkan Rabu (11/2) disebutkan, kenaikan laba ditopang oleh perbaikan pendapatan operasional bersih yang naik menjadi Rp1,62 triliun, dari Rp1,38 triliun pada 2024.
Pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib tercatat sebesar Rp5,22 triliun, sedikit turun dari Rp5,39 triliun tahun sebelumnya. Namun, beban pencadangan penurunan nilai (CKPN) berhasil ditekan signifikan menjadi Rp826,29 miliar, dibandingkan Rp1,35 triliun pada 2024.
Hak bagi hasil milik bank tercatat Rp4,73 triliun, sementara hak pihak ketiga atas dana syirkah temporer mencapai Rp488,98 miliar.
Di sisi lain, beban operasional lainnya masih cukup terjaga, dengan total beban operasional sebesar Rp3,15 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp3,58 triliun pada tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak tercatat Rp1,56 triliun, dengan beban pajak Rp365,58 miliar.
Dari sisi neraca, total aset Bank BTPN Syariah naik menjadi Rp22,75 triliun, dari Rp21,74 triliun pada 2024.
BTPS menacatatkan Investasi surat berharga naik menjadi Rp9,89 triliun. Piutang murabahah (net) turun tipis menjadi Rp8,39 triliun
Pembiayaan musyarakah melonjak signifikan menjadi Rp963,05 miliar dari Rp530,51 miliar dan Pembiayaan mudharabah mulai muncul Rp199,99 miliar (dari sebelumnya nihil)
Sementara itu, dana syirkah temporer meningkat menjadi Rp9,92 triliun dari Rp9,59 triliun.
Total ekuitas naik menjadi Rp9,96 triliun, dari Rp9,31 triliun pada 2024. Sepanjang tahun, perseroan membagikan, Dividen atas laba 2024 sebesar Rp265,77 miliar dan Dividen interim 2025 sebesar Rp304,29 miliar
Total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp1,21 triliun.
BTPS membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,78 triliun, sementara kas dan setara kas akhir tahun meningkat tipis menjadi Rp3,67 triliun.


