back to top

Bos BYAN Lepas Saham Harga Rp14.800

Emitentrust.com – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyampaikan bahwa Oliver Khaw Kar Heng, selaku direktur di perseroan telah melakukan penjualan sebagian kepemilikan sahamnya di perusahaan batu bara tersebut.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada 11 Februari 2026, transaksi ini secara resmi dikategorikan sebagai aksi divestasi. Langkah ini telah dilaporkan kepada pihak otoritas bursa sesuai dengan regulasi yang berlaku mengenai kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Transaksi divestasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2026 dengan melepas sebanyak 29.800 unit saham biasa. Oliver Khaw menjual aset tersebut pada harga pelaksanaan sebesar Rp14.247,00 per lembar saham. Penjualan ini dilakukan secara langsung oleh yang bersangkutan di pasar modal.

Akibat dari transaksi ini, komposisi kepemilikan saham Oliver Khaw di emiten berkode BYAN tersebut mengalami penyusutan. Jumlah saham yang sebelumnya berjumlah 589.600 unit kini berkurang menjadi 559.800 unit saham. Meski terjadi pengurangan jumlah unit, persentase hak suara Oliver Khaw dilaporkan tidak mengalami perubahan signifikan dan tetap berada di angka 0,00%.

Pada perdagangan hari ini saham BYAN naik 1,59 persen ke level Rp14.375

Artikel Terkait

16 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12,5%

Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen sepanjang 8 hingga 12 Juni 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif

Emiten Prajogo (BREN) Perkuat Operasi Panas Bumi Lewat Transaksi Afiliasi Baru

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) emiten milik Prajogo Pangestu mengumumkan transaksi afiliasi melalui sejumlah perusahaan anak usahanya dengan nilai kontrak mencapai Rp17,23

Grup Emtek (SAME) Private Placement Rp32,95M, Saham Bakal Terdilusi 8,7%

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), pengelola jaringan EMC Healthcare yang berada di bawah Grup EMTEK, berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,65 miliar saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru