back to top

CBUT Ungkap Jery Borneo Putra Pemilik Manfaat Akhir

Emitentrust.com – Porsi saham publik (free float) PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) tercatat sebesar 8,99% hingga akhir Februari 2026. Sementara itu, struktur pengendali masih kokoh dengan kepemilikan di atas 70%.

Hal tersebut terungkap dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 28 Februari 2026 yang disampaikan perseroan melalui Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom.

Dari total 3.125.000.000 saham tercatat di Bursa, jumlah saham yang masuk kategori free float mencapai 280.879.000 saham atau 8,99%.

Manajemen menegaskan perhitungan free float telah mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-A, dengan mengecualikan kepemilikan pengendali, afiliasi, direksi, komisaris, serta saham tresuri. Tidak terdapat saham tresuri maupun saham tidak tercatat pada periode ini.

Pemegang saham mayoritas CBUT adalah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk yang menggenggam 2.194.263.700 saham atau 70,22%.

Berdasarkan keterbukaan informasi, pemilik manfaat (beneficial owner) atas kepemilikan tersebut adalah Jery Borneo Putra.

Selain itu, pemegang saham besar lainnya adalah Malayan Banking Berhad melalui MAYBANK S’PORE LTD dengan kepemilikan 344.111.000 saham atau 11,01%.

Pada periode ini, terdapat perubahan kecil pada kepemilikan manajemen. Direktur Ronny Hertantyo tercatat memiliki 10.000 saham, dari sebelumnya nihil. Meski demikian, secara persentase kepemilikan masih di bawah 0,01%.

Sementara jajaran komisaris dan direksi lainnya tidak memiliki saham perseroan.

Jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID meningkat dari 1.052 investor menjadi 1.077 investor, atau bertambah 25 investor dalam sebulan.

Direksi CBUT menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran dan kelengkapan isi laporan. Perseroan memastikan tidak terdapat informasi material yang disembunyikan dalam dokumen tersebut.

Artikel Terkait

IHSG Rontok 4,57%! Saham LQ45 Nyaris Tak Tersisa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026) merosot tajam 362,70 poin atau 4,57% ke level 7.577,06. Tekanan jual terjadi merata dan menyeret seluruh indeks sektoral

Digeledah OJK & Bareskrim Mirae Asset Tegaskan Operasional Normal

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengonfirmasi telah menerima kunjungan dari pihak Bareskrim dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka klarifikasi serta pengumpulan informasi.

OJK Geledah Kantor Mirae Asset Sekuritas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penggeledahan di kantor PT MASI yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Rabu (3/3/2026). Tindakan ini merupakan bagian dari proses penegakan hukum atas dugaan tindak pidana di bidang pasar modal.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru