back to top

CDIA Ungkap Dana IPO Rp1,15T Simpan di Bank DBS

Emitentrust – PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) emiten milik Prajogo Pangestu Perusahaan Holding dan Konsultasi Manajemen Lainnya menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 31 Desember 2025.

Jonathan Kandinata Direktur CDIA dalam keterangan tertulisnya Selasa (13/1) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh IPO efektif pada 9 Juli 2025 sebesar Rp2,37 triliun dengan biaya sebesar Rp19,4 miliar dan meraih hasil bersih IPO sebesar Rp2,35 triliun.

CDIA merealisasikan dana IPO untuk Penyetoran Modal kepada Perusahaan Anak yaitu PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM) sebesar Rp634,3 miliar serta Penyetoran Modal kepada Perusahaan Anak yaitu PT Chandra Samudera Port (CSP) sebesar Rp571,7 miliar sehingga total menjadi Rp1,21 triliun.

Dalam penuturannya Jonathan menambahkan CDIA masih menyimpan sisa dana IPO sebesar Rp1,15 triliun dengan bunga 4,75 % sebagai rekening giro di Bank DBS Indonesia dengan jangka waktu 1 bulan.

Artikel Terkait

MedcoEnergi (MEDC) Kantongi Kontrak Gas Rp21T di IPA Convex 2026

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan komersialisasi gas bumi pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 20 Mei 2026.

BIPI Ungkap Rencana Lepas Anak Usaha Tambang Batu Bara Rp1,7T

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berencana melepas hampir seluruh kepemilikan sahamnya di PT Sentosa Bara Gemilang (SBG) kepada PT Indotambang Perkasa Bersama (IPB) dalam transaksi jumbo senilai Rp1,788 triliun. Rencana transaksi tersebut diungkap perseroan dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham sebagai bagian dari aksi korporasi material yang wajib memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dugelar pada 30 Juni 2026. Manajemen BIPI menjelaskan, perseroan akan menjual sebanyak 4.995 lembar saham atau setara 99,90% kepemilikan di SBG kepada IPB. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJB) telah dilakukan pada 21 Mei 2026. Adapun penyelesaian transaksi ditargetkan rampung paling lambat 21 Desember 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati para pihak. Perseroan menyebut langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi untuk mengoptimalkan portofolio investasi sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan. “Rencana transaksi dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis Perseroan untuk merealisasikan nilai investasi pada aset yang telah berkembang, memperkuat struktur permodalan, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta membuka ruang bagi Perseroan untuk mengalokasikan sumber daya pada peluang usaha lain,” tulis manajemen. SBG sendiri merupakan aset perusahaan yang bergerak di sektor batu bara, pertambangan, dan usaha terkait lainnya melalui sejumlah anak usaha yang memiliki portofolio aset serta area konsesi tambang. Selain itu, perseroan juga menegaskan transaksi ini sejalan dengan arah transformasi bisnis menuju portofolio energi berkelanjutan dan berbasis Environmental, Social and Governance (ESG). RUPS Luar Biasa untuk meminta restu pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026 di Jakarta.

BTN Beber Strategi Salurkan Perumahan Bagi Masyarakat

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya sebagai bank penyalur pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga saat ini, BTN tercatat telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru