back to top

Chitose (CINT) Setujui Tebar Dividen Rp13,8 per Saham, Cair Mei

Emitentrust.com – PT Chitose Internasional Tbk (CINT) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada hari ini Rabu, 22 April 2026.

Direktur Perseroan, R. Nurwulan Kusumawati, menyampaikan bahwa alokasi dividen mencapai sekitar 45% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp13,78 miliar.

“Dividen sekitar Rp13,8 per lembar saham tersebut akan dialokasikan kepada seluruh pemegang saham yang berhak sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing,” ujarnya dalam paparan publik.

Adapun jadwal penting yang perlu diperhatikan investor adalah recording date yang jatuh pada 5 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Hanya pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal tersebut yang berhak menerima dividen.

Sementara itu, pembayaran dividen tunai dijadwalkan paling lambat pada 25 Mei 2026. Proses distribusi akan mengikuti ketentuan regulasi pasar modal yang berlaku, termasuk aspek perpajakan.

Dengan pembagian dividen ini, Perseroan menegaskan komitmennya untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan pengembalian kepada investor.

Pada perdagangan hari in Rabu (22/4) saham CINT naik 2,6 persen ke level Rp230.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Turun 0,24%, Saham Energi & Bahan Baku Jadi Beban

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menutup perdagangan dengan pelemahan tipis pada Rabu (22/4/2026). IHSG turun 17,76 poin atau 0,24% ke level 7.541,61,

Grup Lippo Matahari (LPPF) Ganti Logo & Nama Jadi MDS Retailing

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) resmi melakukan transformasi identitas korporasi. Emiten ritel tersebut kini berganti nama menjadi PT MDS Retailing Tbk,

BI – Rate Tetap di Level 4,75 Persen

Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026 yang berlangsung pada Selasa (21/4) dan Rabu ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate

Populer 7 Hari

Berita Terbaru