back to top

VAST Putuskan Tidak Ada Dividen dari Laba 2025

Emitentrust.com – PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 2 Juni 2026.

Dalam hasil RUPST, pemegang saham yang mewakili 2,42 miliar saham atau 79,23% dari seluruh saham dengan hak suara sah menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan dengan tidak melakukan pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama yang disetujui secara bulat oleh para pemegang saham. Dengan demikian, VAST memilih mempertahankan laba yang diperoleh untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha Perseroan ke depan.

Selain menyetujui kebijakan tidak membagikan dividen, RUPST juga menerima dan mengesahkan Laporan Tahunan Direksi, laporan pengawasan Dewan Komisaris, serta Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Anwar & Rekan.

Auditor independen memberikan opini bahwa laporan keuangan Perseroan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, kinerja keuangan, serta arus kas perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 sesuai Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Rapat juga memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan sepanjang tahun buku 2025.

Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, serta memberikan kuasa untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris pada tahun mendatang.

Artikel Terkait

DOID Ungkap Masih Pegang 293,84 Juta Saham Treasuri

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melaporkan belum melakukan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) selama periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

BEI Interogasi NAYZ, Kas Rp78M Mau Akuisisi dan Siapkan Rights Issue

ursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta penjelasan lanjutan kepada PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) terkait rencana pengambilalihan Perseroan oleh Saiko Consultancy Pte Ltd (Saiko).

HATM Private Placement, Investor Asal Tiongkok Standby Buyer?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1.51% ke level 6.430 pada sesi 1 perdagangan Kamis (23/7). Di tengah sentimen positif tersebut, saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru