back to top

DAAZ Catat Laba Anjlok 42% di 2025, Padahal Pendapatan Melonjak

Emitentrust.com – Emiten batu bara PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) mencatatkan laba bersih sebesar Rp263,73 miliar sepanjang 2025, anjlok sekitar 42,10% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp455,42 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (17/3) disebutkan, penurunan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan perseroan yang justru meningkat. DAAZ membukukan pendapatan sebesar Rp13,1 triliun, naik sekitar 29,32% dari Rp10,13 triliun pada 2024.

Namun, lonjakan kinerja top line tersebut tidak mampu menopang profitabilitas akibat tekanan dari sisi biaya. Beban pokok pendapatan melonjak tajam menjadi Rp12,51 triliun, atau naik sekitar 37,47% dari Rp9,10 triliun.

Akibatnya, laba kotor turun sekitar 11,54% menjadi Rp902,26 miliar dari sebelumnya Rp1,02 triliun.

Tekanan berlanjut hingga ke level operasional. Laba sebelum pajak DAAZ merosot 45,35% menjadi Rp392,56 miliar dari Rp718,28 miliar pada tahun sebelumnya.

Kondisi ini mencerminkan tergerusnya margin keuntungan perseroan meski penjualan meningkat signifikan.

Dari sisi neraca, total aset DAAZ tercatat Rp6,31 triliun, naik sekitar 22,99% dibandingkan Rp5,13 triliun pada 2024.

Sementara itu, liabilitas meningkat lebih agresif sebesar 35,29% menjadi Rp4,14 triliun dari Rp3,06 triliun.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru