back to top

DILD Bidik Marketing Sales Rp1,95 Triliun di 2026, Naik 21%!

Emitentrust.com – PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun sepanjang tahun 2026, meningkat sekitar 21,1% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,61 triliun.

Target tersebut dipasang di tengah kondisi pasar properti yang masih bergerak selektif. Perseroan melihat peluang pertumbuhan terutama berasal dari segmen perumahan dan kawasan industri yang dinilai masih memiliki permintaan cukup kuat.

Direktur Utama Intiland Development, Archied Noto Pradono, mengatakan perseroan tetap menerapkan strategi bisnis yang konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang telah berjalan. Sementara itu, pengembangan proyek baru akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan daya serap konsumen.

“Tahun ini kami masih cenderung konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang telah berjalan. Pengembangan baru tetap kami siapkan, tetapi pelaksanaannya akan sangat selektif, dengan mempertimbangkan kesiapan produk, momentum pasar, dan daya serap konsumen,” ujar Archied.

Untuk mencapai target marketing sales tersebut, Intiland menyiapkan sejumlah strategi, antara lain mengoptimalkan proyek berjalan, mempercepat penjualan stok siap jual, memperkuat pengembangan segmen perumahan dan kawasan industri, serta menjalankan program pemasaran yang lebih terarah sesuai kebutuhan pasar.

Perseroan juga tengah menyiapkan sejumlah proyek baru yang akan menjadi motor pertumbuhan ke depan, termasuk pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur dan peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II 2026.

Di sisi kinerja operasional, Intiland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar pada kuartal I 2026, turun 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan pengembangan (development income) sebesar Rp387,1 miliar dan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar.

Kontributor terbesar pendapatan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini berasal dari recurring income sebesar Rp232,6 miliar atau setara 37,5% dari total pendapatan. Segmen kawasan industri menyumbang Rp227,4 miliar atau 36,7%, diikuti segmen perumahan sebesar Rp121,9 miliar atau 19,7%, serta high-rise residential sebesar Rp37,9 miliar atau 6,1%.

Selain fokus pada pertumbuhan penjualan, Intiland juga melanjutkan strategi deleveraging untuk memperkuat fundamental keuangan. Sepanjang 2025, perseroan berhasil menurunkan total utang sebesar 25,1% menjadi Rp3,08 triliun dari sebelumnya Rp4,11 triliun pada 2024.

Menurut Archied, penurunan utang tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa depan.

“Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan nyata dan daya serap pasar yang lebih kuat. Strategi pemasaran dan pengembangan kami jalankan secara lebih terukur agar dapat mendukung pencapaian target kinerja sekaligus menjaga fundamental Perseroan tetap sehat,” tutup Archied.

Artikel Terkait

SCCO Beri Jadwal Dividen Rp100 per Saham, Cair 7 Juli

PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) resmi akan membagikan dividen tunai sebesar Rp82,23 miliar atau Rp100 per saham kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025.

PANI Ungkap Laba Melonjak 10 Kali Lipat, Ini Pemicunya

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026. Emiten pengembang kawasan PIK2 tersebut membukukan laba bersih yang dapat

BLES Umumkan Dividen Rp1,89 per Saham, Cum Date 18 Juni 2026

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp16,80 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru