back to top

Direktur MEDS Tampung Jutaan Saham Jualan Komut

Emitentrust.com – Direktur PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), Fancy Marsiana, tercatat melakukan aksi penambahan kepemilikan saham pada 23 Januari 2026. Pada hari yang sama Jemmy Kurniawan selaku Komisaris utama mengurangi porsi kepemilikan saham.

Dalam keterangan tertulisnya, Fancy Marsiana mengungkapkan telah membeli sebanyak 5.700.000 lembar saham MEDS dengan harga Rp60 per saham. Adapun tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk penambahan jumlah saham dengan status kepemilikan langsung.

Sementara Jemmy Kurniawan selaku Komisaris utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 22 Januari dan 23 Januari 2026. Jemmy telah menjual sebanyak 8.974.800 lembar saham MEDS di harga Rp60-Rp91 per saham.

Pasca transaksi pembelian ini, kepemilikan saham Fancy Marsiana di MEDS meningkat menjadi 62,5 juta lembar saham atau setara dengan 4% dari total saham beredar. Sebelumnya, Fancy tercatat memiliki 56,8 juta lembar saham atau sekitar 3,64%.

Sedangkan pasca transaksi kepemilikan saham Jemmy Kurniawan di MEDS berkurang menjadi 969,6 juta lembar saham atau setara dengan 62,06% dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 978,6 juta lembar saham setara dengan 62,63%.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru