back to top

Direktur NELY Eduard Halomoan Mendadak Diberhentikan oleh Komisaris, Kenapa?

Emitentrust.com – PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) mengumumkan pemberhentian sementara salah satu anggota Direksinya, Eduard Halomoan, efektif mulai 17 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil oleh Dewan Komisaris dan akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mendapatkan keputusan final.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menyampaikan bahwa pemberhentian sementara tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan Pasal 10 dan Pasal 11 POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk Nomor 005/SK-DK/VI/2026 tanggal 17 Juni 2026.

Manajemen menjelaskan bahwa status pemberhentian sementara terhadap Eduard Halomoan masih akan dibahas lebih lanjut dalam RUPS Perseroan. Pemegang saham nantinya akan menentukan apakah keputusan tersebut akan dicabut atau justru dikuatkan secara permanen.

Meski terjadi perubahan dalam jajaran Direksi, Perseroan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum maupun kelangsungan usaha perusahaan.

NELY merupakan emiten yang bergerak di bidang jasa pelayaran dan transportasi laut. Hingga saat ini, Perseroan memastikan seluruh kegiatan bisnis tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh keputusan Dewan Komisaris tersebut.

Artikel Terkait

MTEL Cetak Kinerja Moncer di Semester I-2026, Ini Mesin Pertumbuhannya

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/IDX: MTEL) membukukan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun pada semester I 2026, meningkat 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan naik 2,1% secara

HATM Tancap Gas! Laba Terbang 667% di Kuartal II 2026

Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka pada level Rp530 pada perdagangan Senin (3/8/2026). Pergerakan saham emiten pelayaran tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap kinerja fundamental perseroan yang mencatat lonjakan laba pada kuartal II 2026.

Emiten Hapsoro (BUVA) Gelar Rights Issue Rp1,54T, Pemilik Saham Bakal Terdilusi 20%

Emiten perhotelan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) emiten milik hapsoro berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dengan target dana mencapai Rp1,54 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru