Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (3/8/2026). IHSG terkoreksi 1,62 poin atau 0,03% ke level 6.234,49, setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah dominasi saham yang berada di zona merah. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 348 saham melemah, 292 saham menguat, dan 150 saham ditutup stagnan.
Tekanan terhadap IHSG berasal dari pelemahan delapan dari sebelas indeks sektoral. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar 1,52%, diikuti sektor properti yang melemah 0,77%, serta sektor energi yang turun 0,76%.
Di sisi lain, tiga sektor masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang konsumen siklikal memimpin penguatan dengan kenaikan 1,64%, disusul kesehatan sebesar 1,26%, dan barang baku yang naik 0,50%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 38,35 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp14,19 triliun.
Pada kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, GGRM menguat Rp675 menjadi Rp19.675 per saham, disusul TKIM yang naik Rp650 menjadi Rp7.150 per saham, serta SRAJ yang melonjak Rp2.450 menjadi Rp12.500 per saham.
Sebaliknya, saham dengan penurunan harga terbesar di antaranya DCII yang turun Rp3.175 menjadi Rp188.175 per saham, ADES yang melemah Rp3.000 menjadi Rp31.000 per saham, dan TCPI yang terkoreksi Rp640 menjadi Rp4.410 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, KOTA menjadi saham teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 124.850 kali senilai Rp485 miliar. Selanjutnya IATA diperdagangkan 91.730 kali dengan nilai transaksi Rp297 miliar, sementara BUVA mencatat 76.424 kali transaksi senilai Rp444 miliar.
Pada kelompok saham LQ45, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin penguatan setelah melonjak 21,86%, menjadikannya top gainer indeks. Posisi berikutnya ditempati PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang menguat 4,47%, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 4,39%.
Sementara itu, saham-saham yang menjadi top losers LQ45 dipimpin PT Indika Energy Tbk (INDY) yang merosot 11,03%, diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang melemah 3,95%, serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang turun 2,88%.


