back to top

Dua Kali Disclaimer, BEI Akhirnya Bekukan Saham ZINC

Emitentrust.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil tindakan tegas. Saham PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) resmi dihentikan sementara (suspensi) mulai 2 April 2026 di seluruh pasar.

Langkah ini diambil setelah emiten tambang tersebut tercatat menerima opini audit “Tidak Memberikan Pendapat” (Disclaimer) selama dua tahun berturut-turut, yakni untuk laporan keuangan tahun buku 2024 dan 2025.

Dalam pengumuman resmi BEI, disebutkan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan transparansi dan keandalan laporan keuangan perusahaan.

Suspensi perdagangan ZINC dilakukan sejak Sesi I Periodic Call Auction dan akan berlangsung hingga ada pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

BEI menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menjaga perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien, sekaligus memberikan waktu bagi investor untuk mencermati perkembangan terbaru dari Perseroan.

Sebelumnya, ZINC juga telah memberikan penjelasan terkait penyebab opini disclaimer yang diterima. Namun, karena kondisi tersebut kembali terulang pada laporan keuangan terbaru, Bursa akhirnya mengambil langkah penghentian perdagangan.

Investor pun diimbau untuk mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan ke depan, mengingat suspensi ini bisa berdampak pada likuiditas dan pergerakan saham ketika nantinya kembali diperdagangkan.

Perlu diketahui saham ZINC berada di papan pemantauan khusus pada harga Rp30 per lembar. Dalam sepekan terakhir drop 3,23 persen. dalam sebulan anjlok 14,2 persen dari harga Rp35 pada 2 Maret 2026.

Artikel Terkait

RUPST Garuda (GIAA) Fokus Ubah Pengurus dan Saham Negara

Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan kode saham GIAA tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada 13 Mei 2026.

IHSG Ditutup Rontok ke 6.599, Saham CUAN hingga ANTM Berguguran

IHSG ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026). Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 124,08 poin atau turun 1,85% ke level 6.599,24.

Bos BEI Buka Suara Soal Koreksi Pasar

Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menilai koreksi yang terjadi hingga hari ini di pasar saham domestik masih sejalan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru