back to top

RUPST Garuda (GIAA) Fokus Ubah Pengurus dan Saham Negara

Emitentrust.com – Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada 13 Mei 2026.

Manajemen GIAA mengampaikan bahwa hasik RUPST tidak terdapat agenda penetapan penggunaan laba bersih maupun pembagian dividen kepada pemegang saham.

Rapat lebih banyak membahas perubahan pengurus, perubahan anggaran dasar, hingga penunjukan auditor untuk tahun buku 2026.

RUPST GIAA dihadiri pemegang saham yang mewakili 384,27 miliar saham atau setara 94,4% dari total saham dengan hak suara sah.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (EY Indonesia) dengan opini “wajar dalam semua hal yang material”

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui penunjukan Akuntan Publik Dedy Lesmana dan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan yang merupakan bagian dari PricewaterhouseCoopers (PwC) untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2026.

RUPS juga menyetujui perubahan anggaran dasar terkait reklasifikasi saham milik Negara Republik Indonesia sebanyak 3,74 miliar saham Seri B menjadi Saham Seri A Dwiwarna. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang perubahan Undang-Undang BUMN.

Pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.

Frans Dicky Tamara resmi diangkat menjadi Direktur Human Capital & Corporate Service menggantikan Eksitarino Irianto.

Sementara itu, Sugito Anjasmoro diangkat menjadi komisaris baru menggantikan Frans Dicky Tamara yang sebelumnya menjabat komisaris perseroan.

Adapun jajaran direksi GIAA tetap dipimpin Glenny H. Kairupan sebagai Direktur Utama dan Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Wakil Direktur Utama.

RUPS juga memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 serta RKAP 2027 dengan persetujuan pemegang saham seri khusus pemerintah.

sebagai informasi Garuda Indonesia (GIAA) sepanjang tahun 2p25 mencatatkan rugi bersih sebesar US$319,39 juta (sekitar Rp5,4 triliun).

Sedangkan Sepanjang tiga bulan pertama 2026, GIAA membukukan rugi bersih tau rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk mencapai US$ 46,48 juta, menyusut 39,2% secara tahunan atau year on year (YoY).

Artikel Terkait

INDY Terbitkan Utang USD100 Juta Buat Garap Tambang Emas di Sulsel

PT Indika Energy Tbk. (INDY) resmi menerbitkan surat utang senior senilai USD100 juta dengan kupon tetap 8,75% per tahun dan jatuh tempo pada 2029.

FOOD Minta Restu! Lepas Kantor di Equity Tower Rp18M

PT Sentra Food Indonesia Tbk. berencana melakukan transaksi afiliasi sekaligus transaksi material senilai Rp18 miliar melalui entitas anak usahanya, PT Kemang Food Industries (KFI).

IHSG Ditutup Rontok ke 6.599, Saham CUAN hingga ANTM Berguguran

IHSG ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026). Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 124,08 poin atau turun 1,85% ke level 6.599,24.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru