Emitentrust.com – Porsi saham publik (free float) PT Bukalapak.com Tbk tercatat 31,75% per Maret 2026, atau setara sekitar 32,75 miliar saham dari total 103,14 miliar saham yang beredar di Bursa. Angka ini turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 31,95%.
Meski porsi publik tergolong besar, kendali perusahaan tetap berada di tangan grup media raksasa. PT Kreatif Media Karya menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 44,9%, disusul PT Elang Mahkota Teknologi Tbk sebesar 10,49%.
Struktur ini menegaskan dominasi Grup Emtek dalam Bukalapak, dengan Eddy K. Sariaatmadja tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham perseroan.
Selain itu, perseroan juga memiliki saham hasil buyback (treasury stock) yang cukup besar, mencapai sekitar 10,65%, yang ikut memengaruhi komposisi saham beredar dan perhitungan free float.
Dari sisi manajemen, kepemilikan saham relatif kecil dan tersebar, antara lain, Willix Halim sebesar 1,39% dan Adi Wardhana sebesar 0,75%
Sementara itu, tekanan justru terlihat dari sisi investor ritel. Jumlah pemegang saham BUKA turun signifikan dari 69.074 menjadi 64.586 investor, atau berkurang 4.488 investor hanya dalam satu bulan.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh penyajian laporan dan perhitungan free float telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia, termasuk pengecualian saham milik pengendali dan afiliasi.
Pada perdagangan hari ini Saham BUKA naik 2,14 persen ke level Rp143.
Sebagai informasi BUKA mencatatkan sahamnya di BEI (IPO) pada 6 Agustus 2021 sebanya 25.765.504.800 lembar saham atau 25,00% dari ,modal disetor penuh pada Harga perdana Rp850.
Dana yang diraup dari IPO tersebut senilai Rp21.900.679.080.000 dan bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. Mandiri Sekuritas, PT. Buana Capital Sekuritas


