back to top

Emiten afiliasi Hermanto Tanoko (BLES) Catat Laba Anjlok 47,6% di 2025

Emitentrust.com – Produsen bata ringan Blesscon afiliasi dari Tancorp Group milik Hermanto Tanoko PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) sepanjang 2025 meski penjualan masih tumbuh, laba bersih perseroan justru terpangkas dalam.

Hingga 31 Desember 2025, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp83,94 miliar, anjlok sekitar 47,6% secara tahunan (yoy) dari Rp160,30 miliar.

Sedangkan penjualan bersih sebesar Rp1,50 triliun, naik tipis dari Rp1,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi menjadi Rp1,11 triliun dari Rp993,75 miliar membuat laba bruto turun signifikan menjadi Rp388,94 miliar, dibandingkan Rp469,16 miliar pada 2024.

Tekanan berlanjut di level operasional. Beban usaha meningkat menjadi Rp254,55 miliar dari Rp250,07 miliar, sehingga laba usaha merosot tajam menjadi Rp134,38 miliar dari sebelumnya Rp219,08 miliar.

Penurunan kinerja semakin terlihat di bottom line. Laba sebelum pajak turun drastis menjadi Rp107,25 miliar dari Rp203,28 miliar.

Di sisi neraca, total liabilitas perseroan meningkat menjadi Rp917,33 miliar dari Rp768,90 miliar. Sementara total aset juga tumbuh menjadi Rp2,03 triliun dari Rp1,83 triliun.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru