back to top

Emiten Keluarga Aguan (ERAL) Cetak Penjualan Rp6,49T, Tapi Laba Terkikis

Emitentrust.com – Emiten milik keluarga Aguan anak usaha ERAA yakni PT Sinar Eka Selaras Tbk mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp169,30 miliar pada 2025, turun sekitar 15,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp201,34 miliar.

Penurunan laba ini terjadi di tengah lonjakan penjualan yang cukup signifikan. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp6,49 triliun, meningkat dari Rp4,84 triliun pada 2024.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut diiringi lonjakan beban pokok penjualan yang mencapai Rp5,40 triliun dari sebelumnya Rp4,18 triliun, sehingga menekan margin laba bruto.

Laba bruto tercatat naik menjadi Rp1,09 triliun dari Rp657,25 miliar, tetapi beban operasional meningkat tajam. Beban penjualan dan distribusi melonjak menjadi Rp538,27 miliar dari Rp251,40 miliar, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp324,19 miliar dari Rp210,74 miliar.

Akibatnya, laba usaha hanya tumbuh tipis menjadi Rp241,70 miliar dari Rp230,25 miliar.

Dari sisi non-operasional, tekanan juga datang dari kenaikan beban keuangan menjadi Rp22,82 miliar, serta kontribusi negatif dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar rugi Rp3,12 miliar.

Hal tersebut membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp230,69 miliar dari Rp256,87 miliar.

Di sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp3,09 triliun hingga akhir 2025, dari Rp2,56 triliun pada 2024.

Liabilitas juga naik signifikan menjadi Rp1,32 triliun dari Rp931,43 miliar, mencerminkan peningkatan aktivitas usaha dan pendanaan.

Sementara itu, ekuitas tercatat naik menjadi Rp1,76 triliun dari Rp1,63 triliun.

Namun demikian, posisi kas dan setara kas justru mengalami penurunan tajam menjadi Rp164,82 miliar dari Rp540,34 miliar pada tahun sebelumnya, seiring tingginya aktivitas investasi dan pendanaan.

Arus kas operasi menghasilkan Rp130,54 miliar, turun dari Rp326,27 miliar pada 2024.

Di sisi lain, arus kas investasi mencatatkan arus keluar besar Rp245,95 miliar, terutama untuk belanja aset tetap, aset hak guna, serta investasi obligasi.

Arus kas pendanaan juga negatif Rp260,10 miliar, dipengaruhi pembayaran dividen, liabilitas sewa, serta penurunan pinjaman.

Pemegang saham per Agustus 2025

Djohan Sutanto 350.000 saham atau 0,01%.

PT Erajaya Swasembada Tbk 4.149.990.000 saham atau 80,00%

Masyarakat 1.037.160.000 saham atau 19,99%

Artikel Terkait

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

IHSG Tutup Akhir Pekan Hijau, PGEO & ADRO Terbang di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Jumat (7/10/2026). IHSG naik 11,91 poin atau 0,20% ke level 5.924,36, didorong penguatan

TBS Energi (TOBA) Beber Struktur Saham, Warga Singapura Pemilik Manfaat Akhir

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melaporkan porsi saham free float perseroan tetap berada di level 29,04% hingga akhir Juni 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float

Populer 7 Hari

Berita Terbaru