back to top

Emiten Sawit Ini Cetak Laba Rp1,1T, EPS Naik Tajam di 2025

Emitentrust.con- – Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) sepanjang 2025 membukukan laba bersih Rp1,106 triliun, naik sekitar 34,02% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp825,59 miliar.

Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Sepanjang 2025, TLDN mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp5,42 triliun, meningkat sekitar 28,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,21 triliun.

Dari sisi operasional, laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp1,25 triliun, dari sebelumnya Rp1,11 triliun pada 2024.

Laba bruto perusahaan tercatat Rp1,86 triliun, meningkat dari Rp1,45 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, kenaikan kinerja ini turut diiringi peningkatan beban operasional.

Beban penjualan dan distribusi tercatat naik menjadi Rp236,20 miliar, sementara beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp382,48 miliar.

Meski demikian, TLDN mendapatkan tambahan dorongan dari keuntungan pembelian dengan diskon sebesar Rp172,48 miliar, yang turut menopang laba sebelum pajak menjadi Rp1,39 triliun.

Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp285,12 miliar, laba bersih tahun berjalan akhirnya mencapai Rp1,11 triliun.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp6,02 triliun, naik dari Rp5,66 triliun pada 2024.
Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan aset tetap yang mencapai Rp3,65 triliun, meningkat dari Rp3,09 triliun.

Sementara itu, total liabilitas tercatat menurun menjadi Rp2,37 triliun dari sebelumnya Rp2,52 triliun, menunjukkan perbaikan struktur keuangan.
Di sisi lain, ekuitas perusahaan meningkat signifikan menjadi Rp3,64 triliun, dari Rp3,14 triliun pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan kenaikan laba bersih, laba per saham (EPS) juga meningkat dari Rp63,77 pada 2024 menjadi Rp85,48 pada 2025.
Adapun total penghasilan komprehensif tahun berjalan tercatat Rp1,09 triliun.

Di sisi arus kas, perusahaan mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,54 triliun, menunjukkan kemampuan operasional yang kuat dalam menghasilkan kas.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Anjlok 3,27%, Seluruh Sektor Masuk Zona Merah

Indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026). IHSG terkoreksi 248,31 poin atau 3,27%

BNI (BBNI) Setujui Bagi Dividen Rp13T & Buyback Saham Rp905M

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025

DMAS Ungkap Cucu Pendiri Sinarmas Grup Jadi Pemilik Akhir

Porsi saham publik emiten pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) tercatat sebesar 17,63% dari total saham perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru