Emitentrust.com – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mendorong penguatan tata kelola dan pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Penyempurnaan Laporan Keuangan BUMDes dan Peternakan Rakyat yang digelar di Resto Kalibayem Jogja. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Program ini diikuti pengurus BUMDes dari berbagai wilayah DIY yang menjalankan usaha di sektor peternakan. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari identifikasi kebutuhan mitra yang menemukan masih adanya tantangan dalam pengelolaan keuangan, penyusunan laporan keuangan, hingga penerapan tata kelola organisasi secara profesional.
Melalui pelatihan dan pendampingan teknis, peserta dibekali pemahaman untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Laporan Keuangan Jadi Kunci
Ketua penyelenggara Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D. mengatakan BUMDes memiliki peran strategis sebagai salah satu penggerak ekonomi di daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola menjadi penting agar BUMDes mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Keberhasilan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh potensi usaha yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan dalam menerapkan tata kelola organisasi dan pengelolaan keuangan yang baik,” ujar Rofikoh.
Menurut dia, laporan keuangan yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan juga memiliki manfaat lebih luas bagi BUMDes.
“Laporan keuangan yang kredibel dapat digunakan untuk memperoleh rekanan serta akses pembiayaan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai prinsip tata kelola organisasi, penyusunan laporan keuangan BUMDes, pengendalian internal, hingga pengelolaan risiko usaha.
Materi disampaikan oleh akademisi FEB UI yang memiliki kompetensi di bidang manajemen, keuangan, dan tata kelola organisasi, yakni Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D., Prof. Viverita, Ph.D., Dr. Dwi Nastiti Danarsari, Dr. Elok Savitri Pusparini, serta Mohammad Budi Prasetyo, S.E., M.S.M.
BUMDes Didorong Melek Produk Keuangan
Program tidak hanya berisi pelatihan, tetapi juga pendampingan teknis. Para peserta diberikan kesempatan menerapkan materi secara langsung, mulai dari penyusunan format pencatatan keuangan, penyempurnaan administrasi, hingga penyusunan laporan keuangan sesuai kebutuhan organisasi.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT BRI Insurance, PT Asuransi BRI Life, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Dalam kesempatan tersebut, BRI Group memberikan pemahaman mengenai berbagai produk keuangan, mulai dari tabungan, pinjaman individu, kelompok dan lembaga, hingga asuransi jiwa mikro serta asuransi kerugian mikro.
Rofikoh mengatakan pemahaman mengenai produk keuangan mikro penting bagi BUMDes untuk mendukung pengelolaan usaha sekaligus menghadapi berbagai risiko.
“BUMDes harus dapat mengelola pendapatan dan melindungi diri anggota dan kekayaannya dari berbagai risiko ketidakpastian,” jelas Rofikoh.
Menurut dia, literasi produk keuangan mikro dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan usaha BUMDes, terutama yang bergerak di sektor peternakan.
Kegiatan tersebut mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi sebagai model pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas kelembagaan.
Dengan tata kelola keuangan yang lebih baik, BUMDes diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, serta memperluas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi desa.
Program ini juga mendukung upaya penguatan ketahanan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat.
Selain menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 16 tentang kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi model penguatan tata kelola organisasi berbasis komunitas sekaligus mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


