back to top

Pengendali KDTN Buang Saham Lagi Harga Atas Pasar

Emitentrust.com – PT Putrasakti Mandiri selaku pemegang saham pengendali PT. Puri Sentul Permai Tbk. (KDTN) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 13 Agustus 2026.

Manajemen KDTN dalam keterangan tertulisnya Jumat (14/8) menyampaikan bahwa PT Putrasakti Mandiri telah menjual sebanyak 300.000 lembar saham KDTN di harga Rp391 per saham.

“Tujuan transaksi ini adalah untuk Restrukturisasi Kepemilikan Saham Dalam Kelompok Usaha dengan kepemilikan saham langsung,”tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham PT Putrasakti Mandiri di KDTN menjadi 435,7 juta lembar saham (34,86%) dibandingkan sebelumnya sebanyak 436 juta lembar saham (34,87%).

Sebelumnya Putrasakti Mandiri, mengurangi kepemilikan saham KDTN sebanyak 1 juta saham melalui transaksi pada 11 Agustus 2026. Saham tersebut dijual dengan harga Rp374 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai Rp374 juta.

Sebelumnya lagi Putrasakti Mandiri selaku pengendali melakukan penjualan sebanyak 2.600.000 saham pada 5 Agustus 2026. Transaksi dilakukan pada harga Rp498 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,2948 miliar.

Pada perdagangan hari ini Jumat saham KDTN naik 1,05 persen ke level Rp386.

Artikel Terkait

BEI Telisik Saham DGIK, Transaksi Tiba-tiba Ramai Tapi Harga Anjlok

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas transaksi saham yang disertai penurunan harga cukup signifikan.

RUNS Makin Tekor! Pendapatan Anjlok 28%, Rugi Tembus Rp2,31M di Semester I – 2026

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mencatatkan kinerja yang masih tertekan pada semester I-2026. Pendapatan usaha perseroan turun 28,34% menjadi Rp8,47 miliar hingga 30 Juni 2026, dibandingkan Rp11,82 miliar pada periode yang sama tahun

GOTO Keluar MSCI, BEI Ungkap Potensi Dana Asing Kabur Rp3T

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan potensi dana asing keluar atau outflow akibat rebalancing indeks MSCI kali ini tidak akan sebesar aksi rebalancing sebelumnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru